Warga Maybrat yang mengungsi. Dok. Tim Koalis Masyarakat Sipil Peduli Mengungsi Maybrat. Via Jubi

Kebanyakan warga mengungsi ke wilayah Sorong. 

Warga Maybrat, Papua Barat  yang mengungsi kini mencapai 3.121 jiwa. Mereka meninggalkan kampungnya sejak terjadinya konflik bersenjata antara aparat dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pada September 2021 lalu.

Aktivis HAM Papua Yohanis Mambrasar, mengatakan berdasarkan data yang dihimpun koalisi masyarakat sipil di lapangan, kebanyakan warga mengungsi ke wilayah tetangga seperti Kota Sorong dan Teluk Bintuni.

“Paling banyak Sorong,” kata Yohanis dalam konferensi pers ‘Pulangkan Pengungsi Maybrat ke Kampungnya Bebaskan Warga Sipil Korban Salah Tangkap, Jumat (26/11).

Tingginya angka pengungsi ini karena upaya penyisiran aparat terhadap warga. Hal ini membuat warga ketakutan dan meninggalkan rumah. Aparat menyasar kampung, kata dia, dan ada lebih dari 10 kampung yang menjadi sasaran. 

Namun Yohanis curiga di saat warga masih mengungsi, perusahaan-perusahaan diketahui tetap melakukan aktivitas pengambilan kayu di wilayah itu.

Setidaknya delapan orang meninggal saat mengungsi. Penyebab kematian adalah kecelakaan seperti tercebur di sungai atau tertimpa pohon saat perjalanan.

Sekretariat Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Ordo Santo Augustinus, Pastor Bernard Baru, mengatakan sebaiknya pemerintah cepat membuka dialog dengan TPNPB agar meredakan situasi konflik. Hal ini diperlukan agar pengungsian tidak terjadi.