Foto: Kompas.com/Gary Lotulung

Pemerintah diminta meninjau kembali pembelajaran tatap muka (PTM). Pelaksanaan PTM kurang melindungi melindungi murid dari penyebaran Covid.

LaporCovid-19 mencatat setidaknya 868 anak dan 50 tenaga pengajar terinfeksi Covid-19 di sekolah dalam pelaksanaan PTM periode 31 Agustus – 18 November 2021. Penularan tersebut didominasi di tingkat pendidikan menengah (32%), dan pendidikan dasar (11%) 

Catatan tersebut merupakan hasil penelusuran 85 laporan warga yang mengeluhkan ketidaksesuaian penyelenggaraan PTM dengan prinsip-prinsip kesehatan masyarakat. PTM masih diwarnai dengan pelanggaran protokol kesehatan. Bahkan ada perilaku yang tidak menyenangkan kepada orang-orang yang peduli terhadap protokol kesehatan seperti intimidasi dan perundungan.

Pemerintah sendiri dirasa kurang peduli dengan laporan LaporCovid-19. LaporCovid-19 telah melaporkan catatan pelanggaran PTM dan rekomendasi kepada penyelenggaraan PTM dan Kemendikbud Ristek. Terdapat kasus perundungan kepada seorang wali murid di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, karena melaporkan sekolahnya yang melanggar protokol kesehatan.

Lapor Covid-19 dan LBH Bandung kini tengah mengadvokasi kasus perundungan ini. Namun hingga kini tidak ada tanggapan maupun tindak lanjut atas laporan perundungan di lingkungan sekolah yang dialami oleh wali murid dan anaknya.

Selain itu LaporCovid-19 melakukan koordinasi dengan LBH Jakarta dan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). Mereka secara rutin mengirimkan rekapitulasi laporan warga mengenai pelanggaran PTM di lingkungan sekolah selama bulan Oktober – November 2021. Namun sayangnya, laporan-laporan tersebut hingga kini belum ditanggapi sama sekali oleh Kemendikbudristek.

“Hal ini juga menunjukkan bahwa negara gagal melindungi warga sekolah dari upaya tindak kekerasan dan perundungan ketika memberikan masukan terhadap penyelenggaraan PTM yang seringkali terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” tulis Yemiko Happy, Relawan LaporCovid-19 dalam siaran pers Sabtu (20/11).