Temuan bom yang belum meledak. Dok Istimewa

Warga mengungsi sampai ke Papua Nugini akibat penyerangan yang diduga dilakukan aparat.

Pemerintah diminta tak serampangan melakukan operasi pengamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Informasi yang dihimpun pegiat HAM Papua menunjukkan adanya penyerangan di sejumlah kampung dan memaksa warga mengungsi hingga ke Papua Nugini.

Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hasegem, menyebutkan pengamanan dengan pendekatan militer ini dinilai merugikan banyak pihak. Upaya penegakan keamanan dengan pendekatan militer di Pegunungan Bintang justru bisa menelan korban di banyak pihak. 

“Mereka juga sekalipun TPNPB tapi kan juga mereka juga bagian dari warga negara. Nah nantinya kan sekalipun nanti itu pengejarannya terhadap TPNPB-OPM,  tapi kan dampaknya itu akan dialami juga oleh masyarakat sipil,” kata Theo kepada Hakasasi.id, Senin (25/10).

Menurut info yang dihimpun Theo, pada  pertengahan Oktober lalu, operasi gabungan TNI-Polri membombardir sejumlah titik di Pegunungan Bintang melalui udara. Tujuan penyerangan ini untuk menghabisi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di wilayah tersebut. 

Sejumlah bangunan di Pegunungan Bintang terbakar setelah penyerangan. Dok Istimewa

Penyerangan dilakukan dengan penjatuhan bom. Akibat penyerangan tersebut rumah dan kebun warga terbakar. Warga juga sempat mengevakuasi satu bom yang belum sempat meledak. 

Theo pun mengungkapkan penyerangan aparat ke kabupaten yang terletak di pegunungan tengah Papua ini menyebabkan warga di sejumlah kampung mengungsi hingga ke negara tetangga, Papua Nugini. 

“Kalau misalnya ada yang mengungsi ke PNG itu masalah besar lagi,” kata Theo. 

Ia pun meminta presiden agar mengambil keputusan tegas untuk tidak menggunakan pendekatan militeristik dalam menghadapi situasi keamanan di Papua. “‘Apakah Pak Presiden mau supaya Papua itu terus dibom, atau presiden mau supaya Papua itu aman?” kata Theo

Dikutip dari Koran Tempo, pihak Kodam Cenderawasih mengatakan tidak mengetahui perihal penyerangan tersebut. Pihak Polda Papua juga membantah terlibat dalam penyerangan tersebut.

“Saya akan cari informasi lebih dulu. Bila ada perkembangan, nanti disampaikan,” kata  Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel TNI Arm Reza Nur Patria.

Situasi di Pegunungan Bintang memang memanas setidaknya sejak September 2021 lalu saat TPNPB melakukan penyerangan terhadap sejumlah fasilitas publik seperti puskesmas di Kiwirok. Buntut penyerangan tersebut adalah kematian seorang tenaga medis. 

Akibat penyerangan itu warga di sejumlah kampung mengungsi.