Tenaga medis korban korban pembakaran faskes di Distrik Kiriwok, Kabupaten Pegunungan Bintang. Foto Dok. Kompas.id

Pemerintah perlu bentuk tim investigasi kekerasan terhadap tenaga medis di Kiriwok, Papua. Selama ini informasi di Papua masih didominasi oleh aparat.

Dorongan untuk melakukan investigasi independen atas konflik bersenjata di Kiriwok, Pegunungan Bintang berhembus. Investigasi independen dinilai perlu untuk menjernihkan informasi terkait peristiwa penyerangan yang mengakibatkan seorang tenaga medis meninggal.

Pendiri Lokataru Foundation Haris Azhar mengatakan investigasi independen diperlukan karena selama ini sumber yang biasa menjadi acuan terbatas dari aparat. Ia mendorong investigasi dari pihak yang bebas dari bias instansi tertentu. 

Khusus soal nakes ini  penting untuk segera dilakukan investigasi oleh tim yang independen,” kata Haris kepada Hakasasi.id, Selasa (21/9).

Pengacara HAM yang biasa menangani kasus-kasus di Papua Veronica Koman menyatakan kasus kekerasan di Kiriwok perlu diinvestigasi secara serius. Pasalnya, muncul kejanggalan terkait kekerasan yang menyebabkan meninggalnya tenaga medis.

“Tenaga medis selama sangat dihormati oleh warga Papua,” kata Veronika dalam forum Understanding Human Rights Abuses in Papua, Selasa (21/9).

Kepada Jubi, Pastor Dekanat Pegunungan Bintang James Kossay mengatakan masih banyak kesimpangsiuran informasi terkait peristiwa kekerasan di Kiriwok. Hal ini menyebabkan informasi seputar peristiwa kekerasan di Kiriwok terdistorsi.

Sementara itu, Pengacara HAM Gustav Kawer menilai investigasi independen penting agar tak terjadi kesimpangsiuran. Ia berkaca pada kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, yang awalnya disebut-sebut dilakukan oleh pihak TPNPB. Namun, setelah penelusuran justru aparat yang diketahui terlibat penembakan.

Oleh sebab itu, Gustav mengingatkan agar isu kekerasan tidak menjadi landasan militerisasi. Dropping pasukan liar. Kirim tanpa ada pembahasan. TNI mobilitas pasukan ke mana-mana tetapi mengapa konflik tidak berubah? Ada apa ini,” kata Gustav.

Kejadian tragis yang menimpa tenaga medis bernama Gabriela Meillani bermula ketika TPNPB menyerang Kiriwok dengan membakar pasar, sekolah, dan puskesmas.

Tenaga medis yang panik melarikan diri dari puskesmas menuju hutan. Setelah beberapa hari warga menemukan seorang tenaga medis dalam keadaan meninggal di sekitar sebuah jurang. Akibat kejadian itu, empat tenaga medis yang lain mengalami luka-luka.