Foto: Wadas Melawan

Polisi bersenjata lengkap datangi Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah pada Senin (20/9). Walau kedatangan mereka sekedar berpatroli, warga takut karena desanya menolak tambang. 

Sekitar satu mobil dan tiga motor aparat kepolisian yang beberapa diantaranya menggunakan alat lengkap mendatangi wilayah Wadas. Saat ditanya oleh warga, polisi mengaku hanya melakukan patroli biasa. Namun, warga merasa resah dengan kehadiran aparat yang memakai perlengkapan lengkap tersebut.

“Jadi kedatangan kepolisian ke Wadas memberikan dampak psikologis kepada warga. Maksudnya psikologis ini warga jadi waswas sebenarnya mau ngapain (polisi),” ucap Julian Dwi Prasetia, kuasa hukum warga Wadas.

Pengerahan aparat ini diduga uji coba pengamanan untuk agenda inventarisasi dan identifikasi yang akan dilakukan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). Julian menerangkan bahwa memang ada rencana pengukuran tanah desa yang dilakukan dengan pengawalan instansi keamanan.

Akan tetapi warga sebelumnya tidak diberitahukan jika memang hari ini ada uji coba. Tiba-tiba aparat keamanan datang dengan senjata lengkap, sehingga menimbulkan pertanyaan bagi warga.

Julian juga menganggap bahwa pengerahan aparat kepolisian dengan perlengkapan lengkap ini tidak patut dan layak dianggap sebagai bentuk intimidasi.

“Menurut saya berlebihan, dan tidak patut. Karena warga sendiri kan masyarakat sipil. Untuk apa bawa laras panjang? Saya kira ini adalah bentuk intimidasi yang dilakukan oleh aparat. Warga jelas tidak bawa senjata, ngapain mereka (polisi) bawa senjata,” jelas Julian

Warga Desa Wadas tengah memperjuangkan tanahnya yang terancam akan menjadi tambang batu andesit untuk pembangunan Bendungan Bener. Sebelumnya warga sudah melakukan penggugatan di PTUN Semarang. Namun, gugatan tersebut ditolak.

Kini warga Wadas berencana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung untuk menghentikan proyek pembangunan tambang di tempat tinggal mereka.