Penggusuran oleh Sentul City di atas lahan yang tengah dipersengketakan dinilai tidak sah dan melanggar HAM. Mereka melakukan teror dengan menempatkan buldozer di dekat pemukiman warga yang bersengketa. 

Pengamat Politik, Rocky Gerung, yang kini bersama warga Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor yang bersengketa dengan Sentul City menentang penggusuran lahan milik mereka. Ia mengatakan Sentul City tak bisa seenaknya melakukan penggusuran rumah miliknya dan puluhan KK lain yang diklaim secara sepihak oleh perusahaan tersebut.

“Menggusur itu harus ada perintah negara, karena hanya negara yang boleh menggusur  atas nama undang-undang, bukan korporasi,” kata Rocky di kanal Youtube Haris Azhar dalam konten Knalpot berjudul ‘Rocky Gerung: Ini Bukan Soal Hukum Aja, Tapi HAM Juga’ yang tayang pada Rabu (16/9).

Penggusuran memang sudah dilakukan Sentul City terhadap lahan tetangga Rocky. Sementara Buldozer juga dikabarkan sudah terparkir dekat rumah Rocky. Penggusuran lahan ini tak lepas dari sengketa lahan warga dengan Sentul City.

Sentul City memiliki SHGB tanah tersebut pada 2021 ini. Sementara pemilik rumah seperti Rocky sudah memiliki surat secara sah selama bertahun-tahun setelah melakukan pembelian tanah dari pemilik lama. Puluhan KK lain pun menempati lahan tersebut selama bertahun-tahun tanpa ada sengketa.

“Berperkara oke, tapi bukan menggusur. Sentul City kan warga negara, kan dia setara saya kan subjek hukum perdata dibawa ke pengadilan kalau ada problem itu,” kata Rocky.

Rocky juga menilai  keberadaan Buldozer di pemukiman membuktikan Sentul City tengah melakukan teror terhadap warga.

Selain Rocky, ada 94 KK yang bersengketa dengan Sentul City. Tetangga Rocky yang lahannya terlanjur digusur melaporkan kasus ini ke Komnas HAM.