Sengketa ini tak hanya terjadi antara Rocky Gerung dengan perusahaan properti itu, tetapi juga 96 Kepala Keluarga di satu RT di kawasan Sentul, Bogor. Perusahaan properti itu diduga melanggar hak warga. 

Sengketa tanah dengan Sentul City tak hanya dialami oleh Rocky Gerung. Sebanyak 96 KK di satu RT, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga menerima somasi dan perintah pengusiran sepihak dari perusahaan properti itu. 

“Seolah-olah saya hanya mempertahankan hanya hak saya. Sekarang saya mau terangkan ini bukan soal saya saja. Ada 96 KK dan 6000 orang yang bernasib seperti saya. Pengusaha seolah-olah ingin memisahkan urusan saya dari kasus rakyat,” kata Rocky pada konferensi pers yang dilaksanakan di rumahnya pada Senin (13/9).

Rocky menyebutkan selama ini ada banyak masalah antara warga dengan Sentul City. Ia ingin sengketa tanah ini membuka segala macam permasalahan Sentul City selama ini. Beberapa masalah itu terkait dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Sentul City.

Pernyataan tersebut diamini oleh warga sekitar yang turut hadir. Mereka mengatakan meski ada klaim penggusuran didukung oleh warga, pernyataan tersebut nyatanya berbeda dengan kenyataan lapangan.

“Sentul City dari dulu cuma omong doang. Warga mau dibebaskan haknya, tapi sampai sekarang belum ada masih plotting Hak Guna Bangunan (HGB) Sentul,” Kata Ade.

Kuasa hukum Rocky Gerung dan warga Sentul City, Haris Azhar, menuding PT. Sentul City melakukan kegiatan usahanya dengan cara yang curang.

“Sebenarnya Bang Rocky tidak sendirian, ada praktik-praktik masif yang sudah berlangsung lama. PT Sentul City ini mengambil tanah warga dengan cara yang bisa disebut curang. Baik dari sisi hukum dan administrasi, maupun dari sisi hukum pertanahan,” kata Haris.

Menurutnya kepemilikan SK dari pemerintah daerah bukanlah dasar bagi Sentul City untuk menggusur warga seenaknya. Sentul City harus berkonsultasi membuat perencanaan usaha dan melakukan negosiasi berdasarkan SK tersebut untuk membeli tanah dari warga.

Selain Haris, Alghiffari Aqsa yang juga merupakan kuasa hukum Rocky Gerung dan warga, mengatakan masalah yang dibuat oleh Sentul City cukup kompleks. Mulai dari penggusuran tanah hingga hak atas air dirampas oleh perusahaan properti tersebut.

“Korban dari Sentul City ini banyak sekali. Saya menyerukan atau menyarankan agar warga Sentul City bersatulah. Jadi ada kasus ruslah, penyerobotan lahan dan perusakan lingkungan juga. Jadi potret bahwa ada perusahaan yang sangat rakus dengan tanah tapi merugikan banyak orang. Siapapun dirugikan,” ucap Alghiffari.