Aktivitas Galian C di Kalumata. Foto Dok. Cermin Malut

Izin pertambangan di sejumlah galian C di Ternate diketahui bermasalah

Aktivitas petambangan Galian C di Kalumata, Ternate, Provinsi Maluku Utara menyebabkan kerusakan ringan pada rumah dan bencana banjir. 

Menurut riset mini yang dilakukan Nuraeni Firdha Merdekawati bersama Lokataru Foundation, sejak 2020 lalu setidaknya aktivitas pertambangan di Kalumata menyebabkan 11 rumah mengalami kerusakan berupa retak ringan dan berat.

Kerusakan rumah ini diakibatkan getaran alat berat yang melakukan pengerukan. Salah seorang warga bernama Abjan mengatakan suara gemuruh dari area pertambangan selama berjam-jam terdengar, dan getaran yang diakibatkan terasa seperti gempa bumi. 

Hingga kini, diketahui terdapat setidaknya tujuh titik galian C di Kota Ternate. Salah satu galian C pun terdapat di Kalumata.

Tak hanya kerusakan rumah, Malik Jais Doa dari Forum Ikatan Mahasiswa Kalumata mengatakan warga di sejumlah RT mengalami dampak banjir akibat penebangan pohon di sekitar galian C. 

Adapun para pengguna jalan utama di Kelurahan Kalumata pun turut mengalami kerugian akibat rusaknya jalan di sekitar galian C.

Menurut Nuraeni aktivitas pertambangan ini memiliki sejumlah masalah seperti persoalan izin yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan sementara aktivitas galian C ini hanya memiliki izin pemerataan lahan. Dalam pemantauannya, material galian ini dijual untuk kebutuhan reklamasi laut Kalumata tanpa adanya izin usaha pertambangan (IUP).

Dalam pantauan Nuraeni, aktivitas galian C telah berakhir pada tahun 2021 ini. Pemkot Ternate pun pada April 2021 lalu telah meminta penghentian aktivitas pertambangan galian C.

Meski operasi pertambangan berhenti, akan tetapi kerusakan lingkungan yang telah terjadi di bekas galian C tersebut belum juga mendapatkan perbaikan. Hingga tulisan ini diterbitkan, masyarakat RT 18 kelurahan Kalumata masih mengkhawatirkan akan potensi bencana longsor.