suasana rumah Tjatjik saat pertama kali dijadikan objek sita

Rumah orang tua mantan karyawan PT. Smelting yang melakukan pemogokan, Kasman Danny, kini dalam ancaman penyitaan. Pengadilan Negeri Gresik menolak permohonan gugatan untuk mempertahankan rumah orang tua Danny, Tjatjik Usman Effendy. Putusan ini pun dianggap kontroversial.  

Kuasa Hukum Tjatjik dari Firma Hukum Lokataru, Marudut Hasiholan, mengungkap pihak PT. Smelting tidak dapat memberikan bukti konkret yang menunjukkan Kasman adalah anak kliennya, sebagai pemilik rumah yang disengketakan. Perusahaan itu hanya memberikan bukti alamat tinggal di KTP Kasman. Bukti yang ada menunjukan kependudukan bukan kepemilikan dari rumah tersebut.

“Riwayat pengalihan tanahnya pun juga jelas, seperti warisan dan lainnya. Posisi pak Tjatjik sah sebagai pemilik tanah dan bangunan, meski bukti haknya yang lama belum dikonversikan. Sementara Kasman Dhanny sendiri hanyalah anak, rasanya wajar jika ada anak yang menempati rumah orang tuanya,” kata Marudut.

Tjatjik sendiri memiliki bukti kepemilikan hak rumah berupa bukti tanah adat seperti girik dan sebagainya. Selama masa hidupnya ia memenuhi kewajiban sebagai pembayar pajak dan menguasai tanah beserta rumah tersebut.

Pihak Tjatjik sendiri sekarang rencananya akan mengajukan banding pada hari Jumat (10/9). Meski batasan waktu yang diberikan adalah hingga 21 September.

Akibat Anaknya Menuntut Hak

Kasman sendiri adalah mantan buruh PT. Smelting yang melakukan aksi mogok karena menjadi korban PHK massal. Gugatan ini meraih kemenangan melalui putusan kasasi di Mahkamah Agung. PT Smelting harus membayar uang pisah dan THR sebanyak 21 Milyar Rupiah kepada mantan buruhnya.

Namun perusahaan belum mau membayar uang tersebut dengan alasan menunggu dua keputusan sidang yang tengah berjalan, yakni tentang adanya wanprestasi atas utang program kredit rumah perusahaan. Ujung sidang itu PT Smelting menang, sehingga perusahaan pun menagih kepada buruh-buruh yang bersangkutan, salah satunya yakni Kasman.

Rumah Tjatjik sendiri tiba-tiba terseret dalam kasus yang dijalani Kasman karena dianggap sebagai aset milik anaknya. Padahal, tidak ada satupun surat yang menyatakan bahwa Kasman adalah pemilik dari rumah Tjatjik.

Nafirdo Ricky, Asisten Advokat Firma Hukum Lokataru yang juga merupakan tim kuasa hukum Tjatjik, penetapan rumah kliennya menjadi objek sita adalah sebuah keputusan yang janggal.

“Seharusnya rumah milik Tjatjik Usman Effendy tersebut tidak dapat dijadikan obyek sita jaminan oleh Pihak PT Smelting karena Pak Tjatjik bukan merupakan pihak dalam perkara No. 18/Pdt.G.S/2020/PN.GSK antara Kasman Danny dengan PT Smelting,” jelas Firdo