Foto Dok, Koran Jakarta

Warga takut aparat akan menyasar mereka dalam upaya mencari pelaku penyerangan.

Ratusan warga di belasan kampung di Kabupaten Maybrat, Papua Barat mengungsi pasca penyerangan pos Koramil Kampung Kisor. Mereka khawatir kena imbas kekerasan aparat pasca penyerangan yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TNPB-OPM) ke pos militer di Kisor tersebut. 

Pegiat HAM yang bermukim di Papua Barat, Yohanis Mambrasar mengatakan warga mulai mengungsi ke hutan-hutan pasca kejadian penyerangan pos militer Kampung Kisor pada Kamis lalu (2/9). Ia masih memverifikasi jumlah pasti warga yang mengungsi. Meski begitu menurut sejumlah laporan yang diperoleh, ada 19 kampung yang ditinggalkan warganya.

Warga meninggalkan kampung mereka dengan alasan trauma akibat pengerahan aparat ke wilayah tersebut. Warga punya pengalaman buruk warga berhadapan dengan aparat saat pengerahan militer di masa lalu. 

“Warga di Maybrat juga pernah mengalami kekerasan di tahun 60-70an. Di tahun-tahun 70-an operasi (militer) besar mereka (warga) juga terdampak. Jadi pasca peristiwa itu mereka trauma,” kata Yohanis kepada Hakasasi.id, Senin (6/9). 

Aparat sudah sempat melakukan pencarian pelaku penyerangan pos militer yang menyebabkan empat anggota TNI meninggal dunia. Dua orang ditangkap pada operasi tersebut. 

Menanggapi operasi militer dalam rangka mencari pelaku penyerangan pos koramil tersebut, Yohanis mengimbau aparat tidak semena-mena terhadap warga. “Jadi mestinya aparat dalam melakukan operasi itu juga terukur, tepat pada sasaran, sehingga kemudian tidak menciptakan konflik yang meluas ke masyarakat sipil dan tentunya menciptakan image buruk negara di masyarakat,” kata Yohanis. 

Penyerangan Pos Koramil Kampung Kisor, Papua Barat, terjadi pada Kamis, (2/9). Pihak TPNPB-OPM mengaku bertanggungjawab atas penyerangan tersebut. Akibat penyerangan tersebut empat anggota TNI, yakni Prajurit  Kepala Muhammad Dhirhamsyah,  Prajurit Satu Sul Ansyari Anwar, Sersan Dua Ambrosius Apri Yudiman, dan Letnan Satu Chb Dirman meninggal dunia.