Iba majelis hakim kepada Juliari Batubara dianggap tap tepat. Seharusnya para hakim mendengar warga korban bansos 2020 yang jatahnya berkurang karena dimaling dalam kasus korupsi. 

Iba ini yang menjadi pangkal vonis 12 tahun kepada Juliari Batubara atas kasus korupsi Bansos Covid-19 pada 2020. Haris Azhar menganggap iba ini salah sasaran.

Energi iba hakim harusnya dialamatkan kepada masyarakat yang seharusnya menerima bantuan sosial yang lebih yang pada kenyataannya dikorupsi Juliari Batubara,” kata pendiri Lokataru Foundation Haris Azhar, pada NgeHAMtam berjudul ‘Haris Azhar: Salah Kalau Hakim Kasihan Sama Juliari Batubara’, 26 Agustus 2021.

Amarah publik ini terungkap dalam cacian. Hakim seharusnya mampu menangkap cacian ini sebagai inspirasi menetapkan hukuman maksimal. Mereka seharusnya menjadikan cacian ini sebagai bekal untuk memperdalam perkara, bukan malah mendengar keluhan Juliari di kursi pesakitan. 

Saya khawatir justru amarah publik itu yang akan termanifestasi dengan cara-cara yang lain,” kata Haris.

Haris juga menambahkan hakim seharusnya lebih cermat lagi, agar penelusuran kasus tersebut dapat mengungkap lagi aktor lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Kasus korupsi tak hanya melibatkan satu aktor. Kerugiannya pun berdampak besar kepada kesejahteraan publik, apalagi di masa pandemi.

Jaksa KPK sebelumnya hanya menuntut Juliari 11 tahun penjara karena menerima Rp 32,4 miliar dari rekanan Kementerian Sosial dalam hal penyediaan bansos.

Namun, hakim mengganjar Juliari dengan 12 tahun penjara. Sejumlah pihak menilai harusnya hakim dapat memberikan hukuman lebih berat. Namun, hakim menganggap Juliari sudah cukup mendapat cercaan dari masyarakat atas perbuatannya.