Salah satu mural buatan peserta “Lomba Mural Dibungkam”, @sampar.kan

Lomba mural oleh ‘Gejayan Memanggil’ ramai peminat. Tiga hari sejak lomba ini digelar pun sudah banyak mural yang dihapus aparat.

Lomba mural bertajuk ‘Mural Yang Paling Cepat Dihapus Oleh Aparat’ yang diselenggarakan oleh Gejayan Memanggil ramai peminat. Tim humas Gejayan Memanggil yang dipanggil Mimin Muralis mengaku banyak menerima notifikasi dari peserta. Sepanjang wawancara dengan hakasasi id pada Kamis (26/8) notifikasi di telepon pintarnya terus menerus berbunyi.

Mimin menyebutkan pengirim gambar mural kebanyakan di Pulau Jawa. Banyak mural yang dikirim itu juga sudah dihapus oleh aparat. 

“Dalam tiga hari sudah banyak yang mengirim karya, kebanyakan dari Pulau Jawa. Nggak sedikit juga dari mural itu yang sudah dihapus. Tapi semakin direpresi ya kami semakin bersuara, ibarat dihapus satu, muncul seribu,” ungkap Mimim pada Kamis (26/8).

Respon aparat menghapus mural dengan cepat ini menunjukkan seberapa represif pemerintah terhadap kritik. Panitia Gejayan Memanggil pun sudah mulai melakukan dokumentasi dalam lomba yang digelar mulai 23-31 Agustus 2021 ini karena klasifikasi pemenang adalah yang paling cepat dihapus aparat. Sedangkan syarat karyanya adalah keberanian untuk mengkritik, semangat melawan yang tidak menyinggung isu SARA. 

Foto Poster “Lomba Mural Dibungkam” Gejayan Memanggil

Miminpun memastikan minat masyarakat terhadap perlombaan justru semakin bertambah.

“Hadiahnya hanya eksposur tapi pesertanya punya minat tinggi. Hal ini juga bikin kami tidak asal main repost, harus sesuai sama pesan awal. Kami menyarankan untuk menggambar di ruang umum tapi tidak di fasilitas umum yang merusak,” tambah dia. 

Peneliti Lokataru Foundation, Kirana Anjani, mengatakan penghapusan mural ini adalah bentuk represi pemerintah terhadap kritik. Menurut dia sepanjang pandemi ini pemerintah semakin anti-kritik dan berusaha untuk mempertahankan legitimasi mereka dengan cara-cara yang makin terlihat putus asa.

“Penghapusan mural dalam perlombaan ini adalah langkah yang terlihat desperate dalam membungkam kritik masyarakat.” ucapnya. 

Inisiatif lomba mural oleh Gejayan Memanggil ini merupakan salah satu bentuk sindiran kepada aksi reaktif aparat yang pada pertengahan Agustus lalu, polisi memburu kelompok yang menggambar “404 Not Found” di wilayah Tangerang. 

Menurut Mimin Muralist, lomba ini juga menjadi ruang untuk menyalurkan kemarahan kepada pemerintah, terlebih dalam kasus penanganan pandemi.