Warga Pulau Hiri, Ternate, Maluku Utara, punya keinginan sederhana, yakni memiliki dermaga layak. Bertahun-tahun pulau yang menjadi kecamatan di Kota Ternate ini harus beradu nyawa setiap hendak menyeberang laut ke ibukota Provinsi Maluku Utara.

Pulau Hiri terletak di sebelah utara Kota Ternate dan bisa ditempuh dengan perjalanan laut sekitar 5-10 menit. Namun siapa sangka ketika hendak berlabuh di pesisir Sulamadaha di Pulau Hiri, penumpang harus beradu nyali, tak ada dermaga menyambut perahu. 

Pesisir Sulamadaha berbentuk teluk dengan ombak tinggi di bibir teluk itu. Perahu hanya disambut lantai beton di pantai, tak ada dermaga yang menjorok ke tengah teluk. Ketika musim angin barat, gelombang tinggi menggoncang perahu yang sudah berada dalam teluk. 

Rizky Zulkifri, seorang peneliti yang bekerjasama dengan Lokataru, mengatakan janji walikota membangun dermaga di pesisir Sulamadaha terkatung-katung tanpa kejelasan. Padahal pesisir ini  tak hanya dimanfaatkan oleh pelancong, tetapi juga keseharian warga, 

“Dampak negatif apabila dermaga Pulau Hiri ini tidak dilakukan pembangunannya akan sangat menyulitkan masyarakat Hiri. Karena sudah berulang kali memakan korban akibat tidak adanya dermaga ini,” tulis Rizky dalam penelitiannya.

Pulau Hiri sendiri dihuni oleh 3.241 (Data BPS 2020). Mereka kesulitan karena tak ada transportasi laut yang layak untuk beraktivitas ke Ternate. Bahkan buruknya akses ini juga memakan korban nyawa.

Sebagai contoh pada tahun 2013, seorang perawat yang sedang membawa pasien tercebur ke laut akibat dihantam ombak pantai. Hal ini kemudian menjadi salah satu alasan warga Hiri mengusulkan agar dibuatkan pelabuhan di Pulau Hiri pada tahun 2014. Akan tetapi, hingga saat ini pembangunan tersebut tidak kunjung dilaksanakan.

Pemerintah berdalih bahwa pembangunan dermaga belum bisa dilaksanakan lantaran dana dari APBD belum cair.

“Manfaat  dermaga  sangat penting bagi masyarakat Hiri dikarenakan segala bentuk aktivitas masyarakat  bergantung pada pembuatan dermaga  sebagai akses ,Ekonomi, kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Hiri,” jelas Rizky.