Sepinya sikap kritis partai politik terhadap kebijakan pemerintah hari-hari ini membuat sebagian orang emoh menengok politik. Kelompok anti politik ini tengah dijaring oleh Partai Hijau Indonesia (PHI) yang mengaku antitesis dari parpol yang ada saat ini. Mereka siap tanding di 2024. 

Memang belum banyak publik yang tahu keberadaan PHI ini, tetapi partai ini bukan seumur jagung. PHI memang hadir dengan isu sedikit berbeda dengan partai-partai di Indonesia kebanyakan. Salah satunya prioritas isu lingkungan hidup yang diusung partai tersebut.

Sejak berdiri pada 2012 lalu, mereka berkomitmen bahwa partai ini tak boleh dimiliki siapapun. Bahkan, John Muhammad, pendiri dan anggota presidium hanya memiliki kewenangan layaknya fasilitator.

Tak hanya dari sisi isu, mereka pun memiliki sistem manajemen operasi yang tak biasa dengan mengusung holakarasi atau distribusi kekuasaan kepada anggota atau kelompok. Menjadi pembeda dari sistem top down yang biasa terlihat pada partai-partai lain yang banyak menggantungkan partai dengan sosok-sosok tokoh tertentu.

“Hampir semua teman-teman yang datang ke PHI itu justru datang dari anti politik hari ini, yang established,” klaim salah satu pendiri dan anggota presidium nasional PHI John Muhammad di Nge-HAMtam edisi “Haris Azhar Mau Masuk Parpol? What?”16 Agustus 2021.

Sebagai partai baru, PHI masih punya banyak pekerjaan rumah. Berkaca pada hasil survei Rekode Research Center 2021, PHI merupakan partai dengan tingkat pengenalan  paling minim di antara partai-partai baru, seperti Partai Gelora dan Masyumi Reborn.

Lalu apa modal PHI buat maju di 2024?

Berikut petikan wawancara Direktur Lokataru Haris Azhar dan anggota presidium PHI John Muhammad.

Sudah berapa tahun PHI berdiri?

Dari 2012, sudah sembilan tahun.

Kenapa enggak pernah diumumkan?

Sebenarnya kita umumkan tapi memang publikasi kita masih terbatas dan enggak banyak orang yang aware. Waktu deklarasi di bandung kita sempet publikasi dari berbagai media nasional lalu kemarin kita kongres pertama tahun 2021 ini juga dapat publikasi yang luar biasa.

Jadi PHI siap ikut pemilu 2024?

Siap, Insyaallah.

Banyak orang enggak percaya sama partai, gimana cara meyakinkannya?

Enggak perlu (meyakinkan), karena saya juga enggak percaya sama partai politik (yang sekarang). Jadi hampir semua teman-temen yang datang ke PHI itu justru datang dari anti politik hari ini yang established. Jadi memang yang memang kita lakukan banyak kalau buat tema-teman yang sudah berpartai politik itu pasti bakall bingung karena kita berbeda. Atau teman-teman yang dasarnya aktivis atau pernah berorganisasi pasti akan menemukan banyak perbedaan betul. Karena hampir semua unsur dari  organisasi di PHI ini kita review ulang, evaluasi, dan kemudian kita perbaiki. 

Apa kesalahan partai-partai yang sudah ada yang  dihindari PHI?

Pertama kepemilikan dari partai ni. Banyak orang menyangka kalau dia masuk partai ini kemudian dia harus ada karir misalnya di posisi A, atau departemen B. Eggak bahkan kayak saya ini presidium itu fungsinya sebagai fasilitator, moderator dari anggota. Jadi ini bener-bener anggota yang memiliki partai ini. 

Jadi kalau lu Ris masuk Partai Hijau Indonesia, lu akan dapat banyak pilihan Pokja. Nah itu mau pokja di tingkat provinsi, atau nasional, atau tematik. Minimal setiap orang kita dorong pada isu, kedua pada kerja-kerja organisasi. Jadi dia harus ikutin dua pokja  itu.

Namanya kita sebut satu sistem holakrasi Jadi kita menolak ada hirarki.

Partai-partai sekarang ini kan punya relasi sama pebisnis-pebisnis kan. Itu lah yang membuat partai-partai tersebut susah membela kepentingan rakyat karena dia harus menjaga kepentingan bisnis di belakangnya, pola-pola itu jadi perhatian?

Kita baca  betul. Dan kita koreksi. Dan kita cari antitesis dan resepnya. Untuk kemudian itu tidak terjadi pada kita. Misalnya donasi dibatasi. Jadi kalau membayangkan masuk ke partai terus anda bisa  dominan, itu enggak berpengaruh dalam jabatan anda.  Karena sejak awal juga seringkali pasif karena belum terbiasa model organisasi holakrasi ini. 

Holakrasi adalah manajemen organisasi yang tidak bersifat atas ke bawah bawah, melainkan pembagian kekuasaan kepada individu atau tim.

Isu yang dibawa apa?

Isu pekerja kita punya konsep namanya kita sebut dengan green labor, artinya transisi dari pekerjaan yang bisnis kotor, kedua kita mendorong kepemilikan. Jadi pekerja memiliki perusahaan. 

Isu perempuan?

Jadi kalau ditanya isu perempuan, engak hanya itu aja. LGBTQ juga kita bantu.

Pangan?

Kita menolak monokultur ya, itu udah jadi isu banyak orang. Dan kita mendorong keanekaragaman pangan. Dan sebenarnya kita kalau campaign-nya kita support beberapa gerakan rakyat sipil, ada konsep  ekonomi nusantara. Itu sebenarnya berbasis lokalitas-lokalitas.

Pemulihan lingkungan kita bagaimana?

Karena kita berorientasi pada memuliakan lingkungan hidup, jadi itu kita dahulukan.  Terutama (misalnya) soal komodo. Komodo ini kita  kemungkinan besar akan di-exclude dari daftar heritage dunia sama UNESCO Karena kita menangani komodo dengan serampangan dengan membuat arena, jadi dibuat kayak kebun binatang, dalatanda kutp Jurassic Park. 

Padahal warga sendiri hidup bersama komodo. Ini yang enggak dipahami sama pemerintah yang ereksi banget soal pemasukan dari turis itu. Jadi buat kita yang pernah melawan Orde Baru jadi sama persis resepnya. Dan mau diulangi.Padahal saat dunia sudah melihat enggak bisa lakukan cara seperti itu. KIta lihat kalau di Afrika untuk bisa foto berdekatan dengan satwa itu bisa nunggu antrian setahun. Ya kalau ekosistemnya begitu, turisme-nya yang harus tunduk

Lu nongol nih mau ikut 2024, nih partainya kayaknya agendanya belain rakyat, oligarki  pasti bekerja, dicariin kasusnya lu, dituduh komunis, dituduh agen global, udah siap difitnah?

Harus siap.

Orang bilang maju pemilu makan duit triliunan, gimana tuh?

Kalau pakai pendekatan uang sudah pasti bukan kita. Kita enggak punya kemampuan dan sudah pasti kita harus cari cukong atau bandar. Kita harus cari bagaimana supaya cost kampanye itu bisa dijadikan beban kerjanya temen-temen voluntary, dan itu terjadi sekarang

Capres lu siapa?

Capres belum ada

Gue ngobrol sama anak muda, mereka bilang kalau ada partai baru, paling dua tahun sama aja kayak partai lain, gimana tuh?

Riset menunjukan agak beda, riset yang terakhir itu menunjukkan, ada 15 persen yang mau partai baru. Dari 15 persen itu 8 persennya itu tahu PHI. 8 persennya milih PHI. Jadi 8 persen yang tahu PHI pasti milih PHI. Menurut gue ini modal terpenting orang percaya.