Foto: Suara Papua

Aksi damai menuntut pembebasan juru bicara internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo, berbalas pukulan. Informasi yang diperoleh, kepala Ketua KNPB, Angga Kossay, terluka kena pukul popor senapan. 

Kekerasan aparat tak berkesudahan di Papua. Aksi damai yang dilakukan, berbalas pukulan aparat di Port Numbay, Jayapura, Papua pada Senin (16/8). Aktivis HAM Papua, Yones Dow, mengungkap pemukulan terjadi ketika massa berkumpul. 

Menurut dia, massa sama sekali tidak membuat atau memicu kerusuhan. Mereka hanya berkumpul menuju titik temu di gedung DPRD Papua Barat. Tanpa diduga, aparat menghadang pergerakan tersebut. 

“Kami sama sekali tidak melakukan hal apapun, tiba-tiba dipukul mundur oleh aparat yang ternyata sudah menanti di gang-gang dekat gedung DPRD,” ungkap dia saat dihubungi tim Hakasasi.id

Dikutip dari suarapapua.com, selain Angga Kossay, beberapa aktivis pejuang HAM Papua pun mengalami penangkapan dan kekerasan. Dua diantaranya adalah Ferianus Asso dan Alfa Hisage.

Ferianus mengalami penembakan di pinggang kanan dan Alfa mengalami hal serupa seperti Angga Kossay, dia dipukul menggunakan popor senapan yang menyebabkan kepalanya terluka. 

Saat ini, para korban kekerasan aparat telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yahukimo Papua.

Lebih lanjut, Yones Dow menambahkan jika aksi yang mereka lakukan juga mengkritik Perjanjian New York tahun 1962 mengenai pemindahan kekuasaan Papua Barat dari tangan Belanda ke Indonesia. 

“Selain mendesak pembebasan Victor dan Frans Wasini (mahasiswa Universitas Cenderawasih) yang ditangkap 3 bulan lalu. Aksi ini kami lakukan untuk menolak rasisme kepada orang Papua dan perjanjian New York di laut Papua.” tutup dia

Aksi damai menolak rasisme dan tuntutan pembebasan Victor Yeimo ini dilakukan serentak di Kota Jayapura, Malang dan Surabaya. Di Jayapura, gabungan Polisi dan TNI telah memukul mundur massa aksi tepat sehari sebelum Kemerdekaan Indonesia. 

Victor Yemiko ditangkap pada 9 Mei 2021 setelah dituding sebagai dalang kerusuhan yang terjadi pada 19 Agustus 2019 silam. Saat ini, Victor ditahan di rutan Mako Brimob dan dijerat 12 pasal.  Penangkapan Victor Yeimo, dianggap sebagai pelanggaran HAM dan upaya kriminalisasi yang mencederai demokrasi.