Sumber foto : detik.net

Buruknya akurasi Bantuan Sosial Covid-19 Tahun 2020 membuat penyaluran amburadul. Kini pemerintah tengah menggelontorkan Bansos 2021, akankah sama? 

Berbagai masalah menumpuk pada program Bansos 2020 lalu. Peneliti Iwan Kusmawan dan Lokataru Foundation menemukan berbagai masalah realisasi program Bansos 2020 lalu, dari akurasi, proses, hingga kejelasannya. 

Ia menyebutkan permasalahan Bansos bahkan sudah bermasalah sejak menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data yang dimiliki pemerintah ini tidak akurat dan sudah usang. 

Penelusuran Iwan lebih lanjut menunjukkan data penerima bansos hanya bersumber dari data yang dikumpulkan rukun tetangga. Alhasil ketika verifikasi dilakukan dinas sosial banyak data yang tidak sesuai.

Selain itu tidak terjadi sinkronisasi data pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Alhasil, data yang dipakai belum menghitung penambahan jumlah warga yang tidak mampu akibat terdampak wabah.

Wawancara penelitian juga menunjukan terdapat ketimpangan berupa perbedaan jumlah penerimaan bansos. Ada warga dalam sebuah RT di Kota Bogor yang mendapatkan satu kali bansos, sementara ada warga lain yang mendapatkan sampai tiga kali.

Iwan Kusmawan. Ketua DPN Serikat Pekerja Nasional.

“Walaupun, dari sejumlah Kepala Keluarga (KK) hampir mendapatkan bantuan sosial covid-19, akan tetapi pembagian tidak merata sebagai contoh: terdapat 1 KK yang hanya sekali menerima bantuan sosial, di sisi lain terdapat 1 KK yang memperoleh dua sampai tiga kali bantuan sosial COVID-19,” tulis Iwan.

Buruknya akurasi data juga menyebabkan penerima manfaat malah tak kebagian bansos. Di Jakarta Timur misalnya, terdapat RT yang tidak dapat memberikan bantuan kepada 30 KK. Padahal seharusnya lebih dari itu. 

Menurut Iwan terdapat dua hal yang mesti dilakukan pemerintah untuk memperbaiki pemberian bansos, yakni verifikasi data hasil dari pengumpulan RT dan membuat sistem database terpusat bantuan sosial covid-19 dengan data riil agar memperkecil kemungkinan kesalahan data penerima bansos.

Kini pemerintah hendak menggelontorkan Bansos Penanganan Covid-19 Tahun 2021. Seharusnya permasalahan data di tahun sebelumnya ini sudah beres. Jika tidak maka kesalahan yang sama pun bakal terjadi.