Keinginan Jumhur Hidayat untuk merayakan lebaran akhirnya bisa dipenuhi. Pengadilan Negeri Jakarta memenuhi permohonan penangguhan penahanan terdakwa kasus penyebaran berita bohong ini.

Keputusan permohonan ini dibacakan ketika sidang pada Kamis (6/5) lalu. Hakim berpendapat bahwa Jumhur bersikap kooperatif selama menjalani proses hukum. 

“Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kabulkan permohonan penangguhan penahanan Jumhur Hidayat (Mantan Kepala BNP2TKI). Permohonan tersebut dikabulkan dengan alasan: terdakwa kooperatif, terdakwa memiliki anak yang masih balita, dan adanya 17 tokoh publik sebagai penjamin,” seperti di lansir oleh LBH Jakarta dalam akun instagramnya.

Jumhur sendiri sempat menangis ketika mendengar keputusan ini. Ia mengaku sudah memendam keinginan bertemu anak dan istrinya sejak ditahan polisi. 

Sebelumnya beberapa tokoh mengajukan penjaminan atas penangguhan, seperti Jimly Ashiddiqie hingga Refly Harun.

Persidangan terhadap Jumhur sendiri terus berjalan dengan agenda pemanggilan saksi fakta sidang dari pihak Penasihat Hukum. Angga Wira, Wakil Ketua Umum (Himpunan Pengusaha Muslim Indonesia (HIPMI) bersaksi di muka persidangan. Ia menyatakan tidak tersinggung dengan cuitan Jumhur soal ‘Pengusaha Rakus’.Pernyataan ini sama dengan keterangan Ketua Apindo yang menyatakan bahwa sebagai pengusaha dia tidak tersinggung mengenai cuitan Jumhur tersebut.