sumber foto: Merdeka

Kota Makassar melakukan pelayanan kesehatan home care, pasien tak perlu datang ke puskesmas atau rumah sakit. Tenaga kesehatan akan melakukan kunjungan ke rumah bagi setiap pasien yang hendak berobat atau pemeriksaan.

Layanan yang disebut Home Care Dottorotta diatur melalui Peraturan Walikota Makassar No. 6 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Kunjungan Rumah 24 Jam (Home Care). Konsep yang dilakukan bertujuan untuk mempermudah akses layanan kesehatan.

Setiap warga yang menghubungi call center home care puskesmas, akan langsung didatangi dan ditangani sesuai dengan keluhan dan kondisi warga. Program ini tidak memandang status ekonomi warga, setiap individu memiliki hak yang sama. 

Berdasarkan Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Sulawesi Selatan (jipp.sulselprov.go.id), pada akhir 2015 terjadi peningkatan jumlah pasien yang tertangani oleh 46 puskesmas, yaitu sebanyak 1.652 jiwa. 

Ada tiga tahapan yang dilalui oleh warga dalam menggunakan layanan home care. Tahap pertama yaitu perencanaan. Pada tahap ini warga melalui pendataan, diagnosa jenis penyakit, penjadwalan perawatan dan tindak lanjut. 

Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan. Pada tahap ini tim medis melakukan kunjungan secara berkala. Mereka diantar dengan mobil ambulance mini Dottorotta, lalu melaporkan hasilnya untuk mendapatkan penanganan selanjutnya. 

Evaluasi klinis menjadi tahap terakhir dari rangkaian home care. Dalam tahapan ini, pasien akan mendapatkan bimbingan teknis medis, penetapan frekuensi kunjungan, pemantauan dan evaluasi. 

Peneliti Lokataru Foundation, Fian Alaydrus, menyebutkan layanan ini sangat membantu pasien dengan komorbid di masa pandemi ini. Mereka tidak perlu keluar rumah dan terpapar Covid-19. 

“Inovasi pelayanan kesehatan home care di Makassar mesti digencarkan dan diterapkan oleh Pemda lainnya di tengah situasi COVID yang tak menentu. Layanan home care penting untuk tetap memastikan akses pelayanan kesehatan bagi semua warga” ucapnya ketika ditemui di Jakarta pada Jumat lalu (7/5).

Berkat layanan ini, pemerintah kota Makassar berhasil meraih penghargaan “Top 35 Pelayanan Publik” yang dianugerahkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).