Kebun bambu di Desa Kiri Tana hancur diterjang badai Siklon Seroja. Warga pun tak punya akal untuk mengelola kebun itu karena tanahnya kering. 

Badai Siklon Seroja memaksa pengrajin bambu NTT menganggur. Mereka tak memiliki bahan untuk membuat anyaman gedeg namya karena kebun bambu hancur ketika badai datang.

“Kebun bambu habis semua, kini warga hanya bergantung dari penjualan bambu yg sudah tumbang dengan harga yg lebih murah,” ucap Delpedro Rismansyah, relawan Sabana Sumba saat diwawancara oleh Hakasasi.id (26/4). 

 Ia juga menambahkan bahwa kebun belum dapat ditanami kembali karena tanah kebun kini dalam keadaan berpasir. Bak jatuh tertimpa tangga, jika warga ingin mengalih fungsikan kebun menjadi tanaman sayur pun warga ragu akan berhasil. Karena, tanah kebun bersifat kering akibat ditanami bambu.

Harga sayur di desa itu sendiri kini tengah merangkak naik. Beberapa tanah pertanian di desa itu mengalami gagal panen. 

 Penduduk Desa Kiri Tana terdampak bencana yakni 109 KK dan 24 unit rumah hanyut terbawa air. Kini, warga masih belum mendapatkan aliran listrik karena tiang listrik masih roboh.