situasi penggusuran rumah warga

PT Sentul City kembali melanjutkan aktivitas penggusuran rumah warga Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jumat (29/10).

Kali ini korbannya adalah seorang pemuka agama di tempat tersebut.

Ao Drajat yang menjadi korban penggusuran mengatakan alat berat menggusur rumah miliknya pada pagi hari, tepatnya pukul 9.00 WIB. Ao mengatakan pihak perusahaan melakukan penggusuran tanpa menunjukkan surat perintah yang jelas. 

Kini rumah yang biasa ditempati untuk pertemuan para pemuka agama telah rata dengan tanah, “Saya cuma meminta waktu sebentar, buat menyelamatkan barang-barang, tapi enggak (diberikan)” kata Ao. 

Peristiwa yang menimpa Ao menambah daftar warga yang menjadi korban klaim sepihak PT Sentul City atas lahan warga Desa Bojongkoneng.

PT Sentul City diketahui mulai melakukan penggusuran terhadap puluhan rumah dan juga lahan milik warga sejak September lalu.

Penggusuran ini dilakukan terjadi setelah Badan Pertanahan Nasional setempat menerbitkan SHGB atas sejumlah lahan di Desa Bojongkoneng pada awal 2021 lalu.

Padahal warga desa tersebut memiliki surat-surat yang sah atas tanah mereka. Di samping itu, belum pernah ada riwayat sengketa atas lahan yang diduduki warga. 

Akhir September lalu, puluhan warga pun sempat melaporkan pihak perusahaan ke Komnas HAM. Pasalnya terjadi intimidasi saat perusahaan melakukan intimidasi saat berusaha merebut lahan warga.