Sugapa, Intan Jaya. Dok. Suara Papua

Suasana Sugapa, ibukota kabupaten Intan Jaya, Papua, masih mencekam.  Kontak senjata antara TNI-Polri dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat  berlangsung hingga Kamis, (28/10). 

Sumber Hakasasi.id di Papua mengungkapkan kontak senjata terjadi di sekitar perbatasan Selatan kota Sugapa. Keadaan yang mencekam mengakibatkan warga di sekitar perbatasan kota mengungsi ke hutan.  

“Lari ke hutan gembala, pendeta, warga masyarakat, karena takut,” kata sumber yang tak disebutkan namanya dengan alasan keamanan, kepada Hakasasi.id, Kamis (28/10)

Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa jaringan seluler di Sugapa sempat terputus. Hal tersebut terjadi setidaknya hingga pukul 11.30 WIT, saat Hakasasi.id menghubungi sumber tersebut.

Sementara itu, Suara Papua melaporkan, kontak senjata juga terjadi di dalam kota, tepatnya Kampung Yokatapa.

Sejak Rabu (27/8), aparat mengevakuasi warga ke gereja-gereja di pusat kota Sugapa. Sebagian warga Kampung Yokatapa dievakuasi ke halaman Gereja Katolik Waboagapa. Sementara itu sebagian warga Kampung Tigamajigi, Biloage, Kumbalagupa dievakusi ke Paroki Bilogai. 

Keadaan yang tak menentu menyebabkan penerbangan sipil menuju kota Sugapa melalui Bandara Bilorai ditutup. 

Keadaan di Kota Sugapa mencekam sejak kontak senjata antara TNI-Polri dengan TPNPB terjadi pada Selasa, (26/10). Kontak senjata tersebut menelan korban jiwa dari kalangan warga. Dua balita tertembak saat kontak senjata berlangsung. Satu balita, yakni AS (2) tewas tertembak akibat peluru yang menembus bagian perutnya. 

Satu anak lagi, yakni YM (6) juga mengalami luka tembak, namun selamat dari tragedi tersebut.