Foto: instagram @rosayeoh

Canon, seekor anjing, mati setelah ditangkap oleh Satpol PP Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Singkil Aceh. Ia kehabisan nafas setelah dikurung dalam keranjang yang dililit lakban. 

Anjing milik salah satu pemilik resor wisata di Pulau Panjang, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, itu sebelumnya dilaporkan meresahkan warga dan pengunjung karena agresif. 

Tiga penggal video yang beredar menunjukkan petugas berusaha menundukkan Canon dengan kayu namun gagal. Sontak, anjing tersebut merasa terganggu dan menggonggong ke arah petugas. Seorang petugas pun memaksa Canon masuk dalam keranjang. 

Terakhir, Canon sudah berada dalam keranjang yang dililit dengan lakban. 

Naas, anjing tersebut meninggal setelah dibawa Petugas Satpol PP. Menurut pengakuan sang pemilik dalam akun instagram pribadinya, Canon meninggal akibat sesak nafas dalam sebuah wadah keranjang yang dipakai Satpol PP untuk membawa peliharaannya.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Hubungan Antar Lembaga Dinas Satpol PP dan WH Aceh Singkil, Abdullah Z, mengaku kepada Serambinews.com bahwa pihak yang memasukan Canon ke dalam keranjang adalah penjaga resor.

“Yang masukkan ke keranjang dan lakban keranjang bukan kami, tapi yang jaga resort. Kami membawanya saja,” aku Abdullah.

Kepala Satpol PP WH Aceh Singkil, Ahmad Yani, mengaku penangkapan anjing itu dilakukan berdasarkan permintaan lembaga adat dan Kecamatan Pulau Banyak. Bahkan, menurutnya sejak tahun 2019 Camat Pulau Banyak sudah mengeluarkan larangan memelihara anjing di lokasi wisata. Surat tersebut merujuk kepada dasar Surat Gubernur Aceh Nomor 556/2266 tanggal 12 Februari 2019 tentang Wisata Halal di Aceh.

Mengutip CNN, Camat Pulau Banyak sendiri telah memberikan peringatan kepada pemilik resort yang memiliki Canon sejak 2019 lalu. Dimana pemilik Canon diminta untuk tidak memelihara hewan tersebut dalam kawasan pariwisata. Apalagi, hewan tersebut mengganggu wisatawan.

“Sejak 2019 kita surat. Kepala Desa juga sudah mengingatkan. Tapi tidak dihiraukan oleh pemilik resort yang memelihara hewan di lokasi wisata tersebut,” ucap Mukhlis, Camat Pulau Banyak.

Kami sudah mencoba untuk mengkonfirmasi kejadian ini. Namun, pemilik resort belum memberikan respons saat dihubungi melalui pesan langsung di akun instagramnya.