Wawan saat dibawa ke mobil komando

Kekerasan aparat kembali terjadi, kali ini seorang mahasiswa anggota HMI mengalami pendarahan di kepala diduga karena dipukuli polisi.

Tindakan kekerasan aparat ini terjadi di tengah demonstrasi evaluasi dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf di depan Kantor DPRD, Kota Mataram, NTB, Kamis (21/10). Seorang kader HMI bernama Wawan Wiranto menjadi korban kekerasan aparat kepolisian.

Kejadian bermula saat massa aksi berunjuk rasa dan tidak dapat bertemu dengan perwakilan anggota DPRD. Karena kecewa, mereka pun membakar ban di depan gedung DPRD NTB. Aparat kepolisian pun menyemburkan semprotan pemadam kebakaran kepada titik api dan juga massa aksi.

Ketika kepulan asap alat pemadam kebakaran mulai berhenti, Dwi Alam Ananami Putra, Koordinator Lapangan Aksi, melihat rekannya, Wawan, mengalami pendarahan di kepala. Darah Wawan berceceran saat dibawa oleh kawan-kawannya ke mobil komando.

Menurut kesaksian korban beserta dua kawannya, ada anggota kepolisian yang memukul Wawan hingga kepalanya terluka menggunakan tangan dan pentungan.

“Kuat dugaan memang polisi yang buat ulah. Karena kesaksian Wawan sendiri dan teman-teman yang lain,” Jelas Alan, panggilan Dwi Alam.

Rencananya Alan akan melaporkan tindakan represif kepada Wawan ke Polda NTB. 

Ia kecewa terhadap tindakan polisi yang masih melakukan tindakan represif kepada demonstran. Meski sudah diberi arahan oleh Kapolri untuk lebih humanis dalam menghadapi aksi unjuk rasa di lapangan.

“Padahal Kapolri kalau tidak salah sudah mengirim maklumat dalam telegram polri, dari kepolisian tidak boleh sewenang-wenang (melakukan tindakan) represif,” kata Alan.