Foto: Tribunnews

Nyeri di kepala dan leher M. Fariz Amrullah, korban smackdown aparat saat demonstrasi di HUT Kabupaten Tangerang, masih belum juga hilang. Keluhan ini masih ada walau dirinya sudah melakukan pemeriksaan ke RS Ciputra di Tangerang. 

“Saat ini kondisinya lumayan membaik, namun nyeri di leher dan kepala masih terasa,” ungkap Tedi Agus, kerabat dari M Fariz kepada tim Hakasasi.id pada Senin (18/10).

Menurut Tedi saat ini rekannya masih menjalani perawatan jalan untuk melihat perkembangan kesehatannya. Sebelumnya, Fariz telah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Ciputra Hospital, Tangerang pada Kamis (14/10). 

Kala itu pundak dan leher Fariz tidak bisa digerakan. Kepalanya masih terasa sakit dan mengalami muntah-muntah hingga kesulitan bernafas. Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin itu pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit. 

“Fariz langsung menjalani pemeriksaan menyeluruh atau MRI untuk melihat efek-efek yang bisa terjadi nantinya, Insya Allah tidak ada efek jangka panjang,” tambah Tedi.

Tedi dan rekannya di aliansi mahasiswa akan terus melakukan pengawalan agar kasus yang menimpa Fariz dapat diproses secara tegas dan sesuai prosedur. Mereka akan terus melakukan aksi damai ke Pemkab Tangerang.

“Kedepannya, kami akan kembali melakukan aksi damai lagi, karena sampai saat ini 10 tuntutan yang kami bawa masih belum di respon sama Pemkab, Fariz juga masih akan ikut turun. Kami bersyukur tidak ada trauma mendalam pada Fariz, sekarang hanya fokus untuk sembuh.” tutup Tedi

Sebelumnya, Tedi sempat mengirimkan video berisi ucapan terima kasih Fariz kepada seluruh lapisan masyarakat yang memberikan dukungan kepada dirinya. 

Fariz dalam rekaman video

“Terima kasih saya ucapkan kepada semua atas dukungan moral dan materilnya. Hari ini fokus saya tetap ke pemulihan badan secara keseluruhan. Kondisi saya ada perkembangan, sedikit-sedikit membaik.” ungkap Fariz dalam video. 

Fariz dibanting ala smackdown oleh aparat saat melakukan aksi demonstrasi damai di depan Kantor Bupati Tangerang pada Rabu (13/10) lalu. Aksi yang digelar bertepatan dengan HUT ke -189 Kabupaten Tangerang ini pun berujung ricuh. 

Represi aparat menghadapi demonstrasi ini menjadi perhatian publik karena terekam dan beredar di media sosial. Anggota polisi yang diketahui bernama Brigadir NP akhirnya meminta maaf. 

Proses hukum terhadap Brigadir NP terus berjalan pasca permintaan maaf itu. Dilansir dari Detik.com, Brigadir NP saat ini ditahan di ruang tahanan khusus Bid Propam Polda Banten. Penahanan dilakukan selama 7 hari dalam rangka pemeriksaan dan pemberkasan.