Foto: FajarPapua.com

Masyarakat adat Papua pemilik hak ulayat di Grasberg, Tsingwarop, marah dengan tuduhan Juniver Girsang soal permintaan saham PT. Freeport indonesia oleh Haris Azhar. Juniver harus buktikan tudingan itu.

Tsingwarop adalah gabungan tiga desa, yakni Tsinga, Waa/ Banti, dan Aroanop, yang penduduknya terkena dampak permanen atas keberadaan PT Freeport Indonesia. Sekretaris Forum Pemilik Hak Sulung Tsingwarop, Yohan Zonggonau, menyebutkan mereka merupakan klien Haris Azhar dalam perkara pemenuhan hak masyarakat adat atas Perjanjian Divestasi PT Freeport Indonesia. Ia tak terima dengan tuduhan Juniver.

“Bapak Haris Azhar adalah figur penyuara, menyuarakan suara yang tidak bisa didengar. Jangan sampai semua aktivis ditangkap,” ungkap Yohan dalam Siaran Pers daring bersama dengan Tim Kuasa Hukum Haris Azhar Pada Kamis (7/10). 

Juniver sendiri selaku kuasa hukum Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menuding Haris Azhar telah meminta saham PT Freeport Indonesia dalam acara Mata Najwa pada (29/9) lalu.  

Yohan mengatakan selama ini Haris Azhar melakukan advokasi hukum kepada masyarakat di Papua supaya mendapatkan hak atas saham PT. Freeport. Hak ini tertera dalam perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) tentang Pengambilan Saham Divestasi PT. Freeport Indonesia” pada tanggal 12 Januari 2018.

Dalam perjanjian tersebut diatur bahwa Pemerintah Daerah Papua (Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika) mendapatkan 10 persen saham dengan komposisi 3 persen untuk Pemerintah Provinsi dan 7 persen untuk Pemerintah Kabupaten yang termasuk di dalamnya hak masyarakat adat dan masyarakat terdampak. Namun, hingga saat ini perjanjian tersebut belum terealisasikan. 

Yohan Zonggonau Dalam Siaran Pers Daring (7/10)

“Selama 51 tahun kami memperjuangkan hak kami dan tidak didengar, lalu pada  2019 kami bekerjasama dengan Bapak Haris Azhar dan beliau sungguh membantu kami tanpa meminta timbal balik.” tutup Yohan 

Nurkholis Hidayat, Kuasa Hukum Haris Azhar, mengatakan tuduhan Juniver cukup serius tetapi tidak memiliki dasar dan fakta peristiwa yang sesungguhnya. Pihaknya tidak akan melaporkan ujaran Juniver dan tetap memberikan kesempatan kepada Juniver untuk membuktikan tuduhannya tersebut. Seharusnya Juniver tidak boleh asal melempar tudingan begitu saja.

“Kami menanti bukti, supaya masyarakat sendiri yang menilai sejauh mana integritas dan kualitas dari Juniver.” tutup dia.