Ilustrasi penggusuran Bojong Koneng, Foto: Kumparan

Alat berat Sentul City kembali beroperasi, padahal mereka telah diminta untuk menghentikan aktivitas penggusuran oleh Pemkab Bogor. Warga yang panik pun meminta tolong kepada kelurahan setempat. Akan tetapi, aduan mereka dihiraukan begitu saja.

Warga Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor resah dengan beroperasinya alat berat di wilayah mereka, Sabtu (2/10). Satu kebun milik warga bahkan sudah diratakan dengan tanah. Penggusuran itu ilegal.

“Sentul City kembali melakukan penggusuran di tanah warga Bojong Koneng, di RW 08 RT 11, yang mengerahkan preman yang lebih banyak dari Jum’at kemarin sehingga mereka bisa berhasil meratakan tanah warga setempat. Pemilik lahan bernama pak Sudiyanto,” jelas Nafirdo Ricky, kuasa hukum Desa Bojong Koneng saat dihubungi Hakasasi.id.

Kejadian bermula pada pukul 10, warga mendengar alat berat sudah mulai beroperasi di wilayah mereka. Warga pun berusaha menggagalkan aktivitas perataan lahan akan tetapi, mereka kalah jumlah dengan preman yang menjaga.

Akibatnya, warga pun pergi ke kantor Lurah pada pukul 11 siang untuk meminta bantuan. Akan tetapi, setibanya disana warga tidak mendapatkan perlindungan. Lurah bahkan pergi saat didatangi warga, menyebabkan warga kecewa dan merusak Kantor Kelurahan. 

“Pada saat penggusuran pihak aparat keamanan tidak ada yg datang, tapi ketika warga yg marah merusak kantor lurah aparat baru muncul. Sebenarnya polisi ini polisi masyarakat atau polisi sentul,” kata Firdo.

Sebelumnya, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor mengklaim telah mengirimkan surat kepada Sentul City agar menghentikan upaya penggusuran paksa di lahan sengketa.

Dengan demikian, Firdo mengatakan bahwa dengan berlanjutnya aktivitas penggusuran Sentul City telah mengabaikan surat tersebut.

“Hari ini sentul city telah melakukan penggusuran paksa terhadap lahan milik warga, artinya pihak sentul city tidak memperdulikan surat dari pemkab bogor untuk menghentikan penggusuran yang terjadi dan tidak menjaga ketertiban serta kondisi yg damai di wilayah Bojong Koneng,” jelas Firdo.