Pembubaran Aksi di Depan Kedubes AS. Dok.Detik

Peserta aksi dibebaskan setelah dimintai klarifikasi selama 20 jam.

Belasan warga Papua yang  ditahan saat menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Kamis lalu (30/9) dilepas Polres Metro Jakarta Pusat. Mereka dilepas setelah penahanan kurang lebih selama 20 jam.

Citra Referandum dari LBH Jakarta, sebagai salah satu advokat warga Papua, mengatakan sebanyak 15 orang peserta aksi dan dua warga lain yang ditangkap di LBH Jakarta dibebaskan pada Jumat (1/10) pagi. “Dilepas setelah sekitar ditahan selama 20 jam,” kata Citra kepada Hakasasi.id, Jumat (1/10).

Citra mengatakan polisi melakukan penahanan dengan alasan klarifikasi terkait aksi.

Penangkapan peserta aksi ini terjadi saat elemen mahasiswa dan elemen masyarakat sipil Papua hendak melaksanakan aksi penyampaian pendapat di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat.

Aksi penyampaian pendapat ini dilakukan dengan tuntutan pencabutan New York Agreement, pembebasan tahanan politik Papua, serta penarikan militer di Papua.

Saat baru akan memulai aksi penyampaian pendapat, aparat langsung memerintahkan pembubaran dengan alasan pencegahan kerumunan terkait pandemi.

Sebanyak 15 orang dibawa paksa ke mobil aparat dan ditahan. Sementara itu, dua warga lain yang berada di LBH Jakarta dan tidak ikut aksi turut ditahan.

Tim Advokasi Papua menilai tindakan ini melanggar hak warga yang hendak menyampaikan pendapat.