Warga Bojong Koneng, Sentul, Kabupaten Bogor diancam orang yang mengaku sebagai pekerja PT. Sentul City. Orang-orang itu mengaku akan mendatangkan alat berat untuk menggusur warga. 

Sekitar 40 orang oknum yang mengaku bekerja untuk PT. Sentul City datang ke ladang garapan warga di RW 11, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor pada Rabu (29/9). Mereka mengaku tengah melakukan pembebasan lahan garapan milik warga. 

Asep, ketua RW 08 Desa Bojong Koneng mengatakan sebanyak 70 orang warga datang untuk merespon kehadiran gerombolan di atas pemukiman dan lahan pertanian garapan warga. 

“Tidak ada info, tapi tiba-tiba mereka datang pukul 12.00 di wilayah lahan RW 11, kabarnya besok polisi bakalan mendampingi kehadiran alat berat,” ungkap dia kepada tim Hakasasi.id

Menurut Asep tidak ada aksi kekerasan yang terjadi, tetapi kehadiran gerombolan itu berhasil membuat warga semakin resah dan waspada terhadap perilaku sewenang-wenang dari PT. Sentul City.

“Kami hanya berusaha memperjuangkan hak kami, kami takut menjadi korban monopoli dari perusahaan pengembang tersebut,” tambah dia. 

Lebih lanjut Asep mengatakan selama sebulan terakhir, warga Desa Bojong Koneng telah merasakan intimidasi serupa dan ancaman kriminalisasi kepada warga yang memperjuangkan hak tanah mereka. 

PT. Sentul City mengklaim atas lahan Desa Bojong Koneng dengan bermodal SHGB 2411 dan 2412 yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor. Klaim ini menjadi pemicu konflik antara warga dengan PT. Sentul City. 

Pasalnya, selama bertahun-tahun status Desa Bojong Koneng tidak pernah dipermasalahkan dan warga terus membayar pajak atas tanah yang mereka miliki. Hingga pada Selasa (28/9) warga Desa Bojong Koneng pun melaporkan PT. Sentul City ke Komnas HAM dan ORI atas kasus sengketa tanah.