Foto: Wadas Melawan

Kehadiran polisi menggunakan peralatan dan senjata lengkap dianggap tidak menghormati warga Desa Wadas yang tengah menolak tambang di desa mereka.

Sejak Senin lalu (20/9) patroli polisi datang ke Desa Wadas. Namun kehadiran mereka justru membuat warga merasa terintimidasi walaupun beralasan sedang bagi-bagi masker. Himawan Kurniadi, perwakilan WALHI Yogya, menganggap kehadiran mereka mengindikasikan teror. 

“Polisi seharusnya sudah tahu bahwa masyarakat kini sedang melakukan proses hukum. Di lapangan namun berusaha meneror. Mereka tahu Wadas ini lagi melakukan gugatan ke MA,” kata Himawan dalam konferensi pers bertajuk “Masifnya Patroli Aparat Kepolisian di Desa Wadas” Rabu (23/9).

Azim, warga Wadas, pun mengamini pernyataan tersebut. Menurutnya, aparat kini membuat resah warga melalui kedatangan mereka tanpa alasan yang jelas sekaligus membawa persenjataan lengkap.

“Motif-motif ini bisa dibilang lucu karena cuma bagi-bagi masker, patroli tapi menggunakan senjata lengkap dan tidak cuma satu dia orang tapi ada sekitar tujuh orang dimana lima orangnya menggunakan senjata lengkap,” kata Azim.

Kehadiran polisi itu juga membuat warga trauma pada bentrok pada tanggal 23 April lalu. Saat itu bentrok terjadi antara warga dengan aparat yang menjaga sosialisasi penambangan. Akibatnya, bahkan hingga menyebabkan anak-anak menjadi histeris ketika polisi mendatangi desa mereka.

Arafah, warga Wadas, juga menjelaskan kalau trauma yang dirasakan oleh Warga Wadas kini juga dirasakan oleh ibu-ibu dan bahkan anak-anak disana. Ia juga mempertanyakan kenapa hanya Desa Wadas yang diberikan masker oleh aparat kepolisian.

“Jadi semacam teror kalo polisi datang ke wadas itu kita merasa tidak aman dan terancam. Ngapain mereka ke Wadas? Atau apa sih anggapan mereka di Wadas itu? Wadas juga bukan tempat para koruptor yang jadi musuh negara atau teroris atau lainnya. Itu yg membuat kita sangat resah,” kata Arafah.

Kini, warga Wadas tengah berusaha melakukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan PTUN Semarang terkait pembangunan tambang di desa mereka.