Sumber foto: Suara Papua

Pelajar Papua menilai publikasi riset aktivis soal tambang di Blok Wabu, Papua, yang diungkap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti seharusnya dijawab dengan sikap transparan.

Aktivis pelajar Intan Jaya mendesak sikap transparan semua pihak yang  mengizinkan dan berencana mengeksploitasi Blok Wabu. 

Desakan transparansi ini muncul setelah pelaporan yang dilakukan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan kepada polisi Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti yang mempublikasikan para jenderal TNI-Polri yang diduga menduduki jabatan penting di perusahaan-perusahaan yang bakal mengeksploitasi Blok Wabu.

“Ini sebenarnya harus dibuka, itu memang harus dibuka,” kata Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Intan Jaya se-Jayapura Yanuarius Weya kepada Hakasasi.id, Kamis (23/9).

Yanuarius mengatakan jangan sampai rencana eksploitasi dilakukan tanpa sepengetahuan warga. Pasalnya rencana eksploitasi yang tak transparan berpotensi merugikan warga ke di waktu mendatang.

“Jangan sampai ini terselubung sampai barang masuk ini kan tidak baik, jadi bagusnya jauh-jauh hari kita sudah memetakan mana yang sebenarnya,” kata Yanuarius.

Di samping itu, Yanuarius juga mendukung Haris dan Fatia yang dilaporkan ke polisi oleh Luhut Binsar Panjaitan, yang juga disebut dalam publikasi riset tersebut. “Bagaimanapun kami mendukung untuk saudara Haris dan ibu (Fatia),” kata Yanuarius.

Upaya pengungkapan para jenderal TNI-Polri yang menduduki perusahaan-perusahaan yang berencana mengeksploitasi Blok Wabu sebenarnya dilakukan pada pertengahan 2021 ini. 

Sejumlah lembaga yakni YLBHI, Walhi Eksekutif Nasional, Pusaka Bentala Rakyat, Walhi Papua, LBH Papua, KontraS, Jatam, Greenpeace Indonesia, dan Trend Asia terlibat dalam riset soal kelindan militer dan bisnis di Papua.

Hasil riset tersebut menunjukkan sejumlah nama, baik purnawirawan jenderal sampai pejabat aktif lembaga negara diduga menduduki posisi penting sejumlah perusahaan yang bakal mengeksploitasi Blok Wabu.

Di antara nama-nama itu, ada Luhut Panjaitan.

Riset tersebut pun akhirnya menjadi bahan diskusi di kanal Youtube Haris Azhar lewat konten Nge-Hamtam, berjudul “Ada Lord Luhut Di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada”.

Luhut pun merespon tayangan tersebut dengan somasi dan pelaporan Haris dan Fatia kepada Polda Metro Jaya, Rabu (22/9).