Foto Kecelakaan di PT IWIP. Dok. Kumparan

Setidaknya 10 kali kecelakaan terjadi di PT IWIP dalam jangka waktu 2018-2021.

Keselamatan kerja perusahaan PT Indonesia Weda Bay Industrial (IWIP) menjadi sorotan setelah kecelakaan berulang kali terjadi di perusahaan pengembangan kawasan industri yang berlokasi di Halmahera Tengah tersebut.

Menurut mini riset yang dilakukan Riski Nengkeula bersama Lokataru Foundation sejak awal 2021, setidaknya sudah dua kali terjadi kecelakaan kerja. Pertama terjadi pada 15 Juni 2021 lalu di mana terjadi ledakan pada sebuah mesin pemurnian. Ledakan tersebut menyebabkan enam pekerja terluka. 

Kecelakaan berikutnya terjadi pada Agustus 2021 lalu. Kecelakaan terjadi kala seseorang sedang menyalakan alat berat (loader) dan tanpa sengaja menggilas dua pekerja sehingga menyebabkan salah seorang meninggal dunia, sementara yang lain mengalami luka-luka.

Kecelakaan di PT IWIP memang berulang kali terjadi selama beberapa tahun terakhir. Menurut data Federasi Buruh Transportasi dan Pelabuhan Indonesia sejak 2018-2021 sudah ada 10 kecelakaan yang terjadi di PT IWIP.

Kasus kecelakaan yang berulang kali terjadi di PT IWIP menyulut kecaman. Adapun perusahaan pun diminta mengevaluasi sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang diterapkan.

“Perlu evaluasi dari pihak perusahan, terutama mengenai dengan Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3). Setiap pekerja berhak atas perlindungan baik dari Kesehatan, keselamatan maupun perlindungan dalam pekerjaan. Karena sudah tertuang dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 86 ayat (1) huruf a bahwa pekerja atau buruh mempunyai hak atas perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja,” seperti ditulis peneliti.

Sementara DPRD Halmahera Tengah juga mendesak perusahaan agar perusahaan tidak lalai terkait K3.

“Khusus untuk K3 tenaga kerja, DPRD sangat tegas agar PT. IWIP bisa menerapkan K3 sesuai dengan ketentuan yang mengatur tentang K3 tenaga kerja,” kata Wakil Ketua II DPRD Halteng Hayun Maneke, seperti diberitakan indotimur.