Ilustrasi Pilkades (Foto: Radar Lampung)

Peraturan Bupati (Perbup) Serang yang memperbolehkan calon kepala desa meninggal ikut dalam pilkades akhirnya direvisi. Peraturan ini sebelumnya menuai kontroversi setelah diprotes oleh warga desa di Kabupaten Serang, Banten. 

Perubahan peraturan ini diterbitkan melalui Peraturan Bupati No. 34 Tahun 2004 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Serang No. 3 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pemilihan Kepala Desa. Salim, seorang Panitia Pemilihan Desa di Desa Lempuyang, Kabupaten Serang, menyebutkan revisi atas perbup ini menjadi angin segar bagi kehidupan berdemokrasi.

“Saya merasa senang dengan adanya revisi Perbup yang terbaru. Jadi merasa ada Demokrasi tentang Pilkades,” kata Salim saat dihubungi hakasasi.id (6/9).

Ia juga berharap peraturan terbaru ini membuat kehidupan demokrasi masyarakat akan semakin baik kedepannya.

Pilkades di Lempuyang geger dengan permasalahan salah satu calon Kepala Desa meninggal sebelum ia terpilih. Menurut Peraturan Bupati Serang No. 3 Tahun 2021 tentang Pemilihan Kepala Desa Serentak, Pasal 53 ayat (2) menyebutkan bahwa calon yang meninggal akan tetap dilanjutkan meski suaranya tidak dianggap.

Ayyubi, pengacara Lokataru Kantor Hukum dan HAM, menyatakan Pilkades tersebut melanggar ketentuan Pasal 23 Permendagri No. 112 Tahun 2014 yang mengatakan bahwa calon kepala desa harus dua orang atau lebih.

“Kalau yang meninggal ini suaranya dihitung akan tetap dianggap kalah. Artinya itu bertentangan dengan Permendagri yang mengharuskan minimal ada dua calon. UU Desa Pasal 33 juga menyebutkan syarat Kepala Desa itu disebutkan bahwa salah satunya itu berbadan sehat. Apakah orang yang sudah meninggal sehat?,” ujar Ayyubi.

Meski demikian, ia cukup mengapresiasi pemerintah daerah yang dengan cepat segera membuat revisi Perbup.

Revisi Perbup yang terbaru sendiri telah dibuat Senin pekan lalu (30/8). Perubahan ini memungkinkan untuk diadakan kembali proses tahapan pencalonan jika ada calon kepala desa yang meninggal.

Kini warga Desa Lempuyang tengah menjalani rangkaian pencarian calon kepala desa yang baru. Dimana periode tersebut akan berlangsung dari 3 September hingga masa kampanye pada 10 Oktober.