Sumber foto : cnn.co.id

ICW menemukan kaitan bisnis produsen Ivermectin, PT Harsen Laboratories, dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko dan Politisi PDIP, Ribka Tjiptaning. Temuan ini menunjukkan pejabat dan politisi main bisnis obat penanganan pandemi Covid-19. Moeldoko membantah.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencurigai praktek rent-seeking produksi dan distribusi Ivermectin dalam penanganan Covid-19. Praktik ini melibatkan Kepala KSP Moeldoko dan Anggota DPR dari Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning dengan produsen Ivermectin, PT Harsen Laboratories.. 

Penelusuran ICW bermula ketika Kepala KSP, Moeldoko, membagikan 2.500 dosis Ivermectin ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Kudus, Jawa Tengah. Ibarat ada udang di balik batu, peneliti ICW, Egi Primayoga, mengungkap hubungan bisnis Moeldoko dengan produsen Ivermectin, PT Harsen Laboratories. 

Hubungannya memang tidak langsung, kata Egi, tetapi keduanya terhubung melalui Front Line Covid-19 Critical Alliance (FLCCC Alliance) dan PT. Noorpay Perkasa. Wakil Presiden PT Harsen Laboratories, Sofia Koswara duduk sebagai Ketua FLCCC Alliance Indonesia sekaligus direktur PT. Noorpay Perkasa.

Sejak tahun 2019 sendiri, PT Noorpay Nusantara Perkasa, perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Sofia Koswara, menjalin hubungan kerjasama dengan HKTI terkait program pelatihan petani di Thailand. Keterlibatan pejabat publik diindikasikan melalui kedekatan antara Sofia Koswara dan Haryoseno dengan Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). 

Pada awal Juni lalu, Ivermectin didistribusikan ke Kabupaten Kudus melalui HKTI. Selain itu, anak Moeldoko, Joanina Rachman, merupakan pemegang saham mayoritas di PT Noorpay Nusantara Perkasa.

Selain Moeldoko politisi PDIP, Ribka Tjiptaning, juga memiliki hubungan dengan PT Harsen Laboratories. Direktur Pemasaran PT Harsen yakni Riyo Kristian Utomo yang merupakan anak Ribka. Riyo pernah berbicara selaku Direktur Pemasaran ketika pabrik PT Harsen dirazia oleh BPOM. 

Akan tetapi, ketika polemik Ivermectin menguat, PT Harsen mengeluarkan pernyataan bahwa Riyo bukan pengurus perusahaan. Apa yang telah disampaikan Riyo juga disebut bukan pernyataan resmi perseroan.

“Kenapa PT Harsen harus repot-repot untuk mengklarifikasi Riyo bukan bagian dari mereka? Ternyata Riyo adalah anak kandung dari Ribka Tjiptaning, politikus PDIP dan anggota DPR,” kata Egi ketika diskusi online berjudul “Berburu Rente di Tengah Krisis: Siapa di Balik Distribusi Ivermectin” pada Kamis (22/7).

Egi Primayoga – Peneliti ICW Sumber foto : mediaindonesia.com

Menanggapi hal ini, Moeldoko sendiri mengaku bahwa ia dan anaknya tidak memiliki hubungan dengan PT Harsen. Ia menyatakan juga bahwa HKTI tidak pernah bekerja sama dalam bentuk apapun dengan perusahaan tersebut. Begitu juga dengan Ribka yang mengatakan tidak pernah berhubungan dengan PT Harsen

Pembagian Ivermectin sebagai obat Covid-19 secara cuma-cuma sendiri menyulut kontroversi karena memiliki efek medis. Epidemiolog dan dokter mengecam aksi bagi-bagi itu karena Ivermectin tergolong sebagai obat keras dan memiliki efek samping. Selama ini Ivermectin selalu digunakan menggunakan resep dokter dan tak tak boleh sembarangan. 

Bisa-bisa penggunaan obat cacing ini secara serampangan malah memperparah kondisi pasien Covid-19. BPOM sendiri menemukan sejumlah pelanggaran terkait produksi hingga promosi Ivermectin buatan PT. Harsen Laboratories dengan merk dagang Ivermax 12.

Laku pejabat main-main obat ini pun bukan kali pertama. Pada masa awal pandemi Covid-19, Maret 2020 lalu, Kementan pernah mengeluarkan produk kalung Corona yang dinyatakan oleh guru besar UGM belum terbukti sebagai anti COVID dan juga GeNose buatan UGM yang baru-baru ini diberhentikan sebagai alat tes sebagai ketentuan untuk menggunakan kereta api. Alat GeNose sendiri memiliki kasus-kasus false positive yang dapat mengancam timbulnya mata rantai baru virus covid-19.

Perilaku pejabat semacam ini menunjukkan penanganan Covid-19 dilakukan secara serampangan. Bahkan pejabat pun sampai tega-teganya memiliki tendensi bisnis di tengah pandemi. Sayangnya, kondisi campur aduk kewenangan ini dibiarkan oleh presiden yang imbasnya membuka praktik perburuan rente.

“Kalau memang presiden membiarkan kondisi seperti ini terjadi. Kita bisa melihat presiden sebagai dealer bukan leader,” tutup Egi.

Moeldoko menyebut temuan ICW ini ngawur dan menyesatkan. Ia mengaku tak memiliki urusan dan kerjasama antara anaknya, Jo (Joanina Rachman), dengan PT. Harsen Lab dan merasa tersinggung dengan pernyataan ICW. 

“Atas berbagai tuduhan tersebut, Moeldoko mempertimbangkan melakukan langkah hukum terhadap ICW,” tutup siaran pers Kantor Staf Presiden yang ditulis pada Kamis (22/7).