(Sumber foto : sindonews.net)

Aksi penyerobotan tanah kembali berlangsung dan tak pandang bulu. Baru-baru ini penyerobotan tanah menimpa seorang warga Jakarta Selatan, Srie Purwanti. Di atas tanah seluas 50.000m² miliknya terpasang plang atas nama DKI Jakarta yang dijaga ketat oleh sekumpulan orang yang tidak dikenalnya.

Bermula pada 4 Oktober 2016 saat terbit surat pemberitahuan pembayaran ganti rugi yang akan dibayar oleh Dinas Tata Air. Sehubungan dengan trace normalisasi kali Pesanggrahan yang mengenai bidang tanah milik Srie Purwanti. Saat itu, Ia baru menyadari bahwa ada plang kepemilikan dengan Nomor Identifikasi Bidang (NIB) di atas tanahnya.

Padahal berdasarkan penelitian Badan Pertanahan Nasional dengan nomor surat 85/Bpn/B/I/UM/1997 yang terbit pada 18 Desember 1997, menyatakan bahwa bidang tanah tersebut adalah milik H. Sanusi Husein yang merupakan kakek dari Srie Purwanti. 

Pada 14 November 2012, tanah yang terletak di Jl. Permata Hijau 2 Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama tersebut kemudian dihibahkan kepada Srie Purwanti dan dicatat dalam buku register Kelurahan Duri Kepa Jakarta 14 November 2012 No: 62175502.

“Tanggal 17 dan 18 Desember 2020 lalu, kami melakukan investigasi terkait kelengkapan dan keaslian dokumen milik bu Srie Purwanti dan temuannya, dokumen asli. Selain itu, Dra. Rachmanita Rusli selaku notaris mengatakan akta hibah telah dilegalisir, tinggal menunggu surat keterangan waris dari kelurahan dan kecamatan,”  ungkap Muhammad Lukman Raffi, Pengacara Firma Hukum Lokataru pada tim hakasasi.id

Setelah mendapatkan hasil investigasi, pada 19 Desember 2020, Srie Purwanti didampingi oleh Muhammad Lukman Raffi mulai mengirimkan permohonan perlindungan hukum terhadap status tanah miliknya dan mengirimkan permohonan klarifikasi terkait plang Pemprov DKI yang hingga kini belum mendapatkan jawaban. 

“Tentu kami ga bisa tinggal diam, kok bisa ada NIB yang terbit seperti itu. Kami telah melakukan pelaporan kasus ini kepada pihak BPN pada tanggal 16 Maret lalu dan saat ini status laporan kami sudah dalam investigasi.” tutup Raffi.