Oky Wiratama Siagian, Penasihat Hukum Jumhur, memberikan permohonan penangguhan penahanan

Sebanyak 20 tokoh nasional mengajukan diri sebagai penjamin penangguhan penahanan Jumhur Hidayat. Kuasa Hukum Jumhur beranggapan klien mereka seharusnya bebas karena masa penahanannya telah selesai. 

Dukungan ini diberikan dari mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie hingga Pengamat Politik Refly Harun. Kuasa Hukum Jumhur menyampaikan surat dukungan sekaligus penjamin penangguhan penahanan dalam persidangan kasus penyebaran berita bohong yang digelar pada Senin (3/5). Mereka berharap permohonan ini dapat dikabulkan karena kini sudah mendekati hari-hari terakhir bulan Ramadhan.

Penahanan Jumhur di masa persidangan sendiri sudah habis pada hari yang sama. Penahanan Jumhur di bawah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memiliki masa dari tanggal 27 Januari 2021 hingga 3 Mei 2021. Penahanan ini merupakan perpanjangan kedua. 

Jumhur pun meminta hakim untuk memberikan kepastian hukum. Namun hakim masih menunggu surat perpanjangan.

“Selama menunggu saya dimana Yang Mulia? Kan menunggu (surat terbit) di rumah lebih enak,” kelakar Jumhur.

Tim Penasihat Hukum menyebutkan undang-undang pelayanan publik memberikan kepastian hukum pada kliennya, seharusnya Jumhur mendapatkan surat perpanjangan penahanan tiga hari sebelum penahanan dilanjutkan. Dan mestinya jika memang belum ada ketetapan hukum yang jelas, Jumhur sepatutnya harus dibebaskan meski hanya sehari saja.

Penasihat Hukum juga akan menunggu hingga jam 12 malam nanti. Jika, sampai tenggat waktu habis Surat Perpanjangan Penahanan belum juga dikirimkan, tim Penasihat Hukum akan mendatangi PN Jaksel besok.

“Saya kira kalau dikecilkan kalau ini soal ‘ini administrasi, kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah’ saya kira ini justru akan merendahkan martabat pengadilan kalau hanya bicara seperti itu Yang Mulia. Kami tidak bisa menerima ketika alasannya administrasi,” ucap Arif Maulana, Penasihat Hukum Jumhur.

Persidangan kali ini sendiri menghadirkan dua orang saksi ahli yakni saksi ahli bahasa dan saksi ahli pidana. Menanggapi keterangan kedua saksi tersebut, Jumhur merasa bahwa penjelasan mereka justru meringankan posisinya.