Aparat menggunakan kekerasan saat menghadapi warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, yang menentang sosialisasi pematokan penambangan batu andesit. Penambangan batuan andesit ini satu kesatuan dengan proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Bener.

Menurut keterangan LBH Yogyakarta, insiden terjadi sekitar pukul 11 siang hari Jumat (23/4). Warga menghadang jalan yang akan dilalui menggunakan batang pohon untuk menyetop pemasangan patok, namun pihak aparat memaksa masuk dan menggunakan gergaji mesin.

Aparat yang terdiri dari TNI dan Polisi pun menembakkan gas air mata. Setelah itu mereka menarik, mendorong, dan memukul warga yang sedang bersholawat dalam aksi penentangan tersebut

Menurut laporan LBH Yogyakarta, 9 orang terluka akibat insiden tersebut. Tak hanya itu, aparat juga menangkap 11 warga dan mahasiswa yang membela aksi tersebut. Seorang kuasa hukum warga dari LBH Yogyakarta, Julian juga menjadi sasaran kekerasan aparat. Rambut Julian dijambat petugas dan badannya didorong. 

Warga menolak pembangunan dan penambangan karena dikhawatirkan akan menghancurkan ekosistem sekitar. Pembangunan Bendungan Bener sendiri ditragetkan akan beroperasi pada 2021 dan memerlukan lahan kurang lebih 462,22 hektar. Bendungan ini nantinya akan membendung aliran Sungai Bogowonto di bagian hulu. 

Hal tersebut membuat warga khawatir karena proyek yang dipaksakan dan berdampak pada banyak warga terutama petani dan masyarakat pedesaan di sekitar proyek.