Rekonstruksi rumah warga dampak Siklon Seroja di pedesaan NTT menunggu proses verifikasi dan validasi. Namun kondisi darurat memaksa masyarakat melakukan renovasi mandiri

Renovasi mandiri ini dilakukan di Desa Bebalain di Rote Ndao, NTT. Warga mendapati rumah mereka luluh lantak usai pulang dari pengungsian. Mereka harus melakukan perbaikan ala kadarnya secara mandiri agar bisa tinggal. 

Yuaniken L. Siokain, seorang Ketua Majelis Gereja GMIT Kalvari Bebalain menceritakan bahwa ia dan jemaatnya masih menggunakan sumber daya pribadi untuk memperbaiki rumah mereka yang diserang angin kencang.

“Untuk sekarang, rumah-rumah sudah banyak yang diperbaiki tapi masih tetap menggunakan swadaya sendiri. Belum ada bantuan,” jelasnya.

Pemerintah, yakni aparat desa, masih melakukan pencatatan untuk menyalurkan bantuan. Tapi hingga kini (20/4) bantuan belum juga kunjung datang dari pemerintah.

Yuaniken berharap bantuan dapat segera diberikan karena sebentar lagi akan musim panen. Perbaikan rumah diperlukan karena biasanya warga menyimpan hasil panen di rumah mereka.

“Lumbung biasanya di simpan di dalam rumah atau di loteng rumah. Kalau rumahnya belum ada atap maka padinya belum bisa di simpan di lumbung. Kalau ada bantuan bahan bangunan maka itu meringankan beban rakyat agar mereka tidak menjual hasil panen mereka hanya untuk membeli bahan bangunan,” jelasnya.

Kepala Desa Bebalain, Alfa Zacharius, menjelaskan penyaluran bantuan kini masih dalam proses verifikasi dan validasi data. 

Menurut laporan harian yang dibuat BPBD (18/4), tercatat sudah terdapat 74.629 unit rumah terdampak bencana dengan diantaranya 15.201 unit rumah mengalami kerusakan berat. Di Kabupaten Rote Ndao sendiri setidaknya terdapat 10.715 rumah terdampak bencana dengan 1.798 rumah rusak berat.