Trauma pasca bencana badai Siklon Seroja masih membayangi masyarakat NTT. Sebanyak 80 persen pasien pendampingan membutuhkan perawatan lanjutan.

“Saat pertama kali sampai di NTT, kami melakukan koordinasi dengan posko komando pusat. Dari data desk relawan, kami lihat belum ada lembaga yang masuk ke Rote Ndao untuk penyuluhan. Jadi, kami memilih untuk datang dan mendampingi masyarakat di sana” ungkap Faruk Ramadhan, Koordinator operasi KUN.

Laporan Tim komunikasi KUN Humanity System (Yayasan sosial dan kemanusiaan) menyebutkan kebanyakan lansia dan anak-anak yang mengeluhkan masalah pernafasan, pencernaan dan kesulitan tidur karena ingatan gemuruh petir dan amukan air di pesisir Pulau Rote. Mereka mengalami ketakutan.

Sementara ini penanganan pemulihan mental dilakukan KUN dan didukung didukung oleh Dinas Kesehatan Rote Ndao bekerjasama dengan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Seperti dilaporkan sepangindonesia.co.id kegiatan pendampingan psikologi dapat membantu memulihkan trauma dan gangguan kesehatan yang menimpa masyarakat. 

Pada Jumat lalu (16/4), relawan KUN yang berjumlah 8 orang melakukan support medis dan psikososial di 3 titik, yaitu Desa Aisele, Desa Kuli, dan Dusun Dombo, di Kec. Lobalain di Pulau Rote. Tim relawan ini bekerjasama dengan 3 personil dari Puskesmas Ba’a dan 6 orang relawan dari GMKI Ba’a. 

Mereka memberikan dukungan psikologis dan pengarahan kepada masyarakat untuk bersama dan saling menjaga, terutama usia lansia dan anak-anak. 

Sekitar 80 pasien yang telah ditangani ternyata membutuhkan penanganan lebih lanjut. Beberapa masyarakat yang didampingi kini mendapat rujukan ke puskesmas dan RS terdekat.