Gagal panen raya mengancam NTT dan NTB pasca badai Siklon Seroja. Salah satu desa yang terdampak gagal panen ini adalah Desa Bebalain di Kabupaten Rote Ndao.

Yuaniken Lestari Siokain, seorang warga di Desa Bebalain menceritakan banyak kebun dan sawah warga yang hancur. Sehingga menyebabkan panen raya yang diperkirakan akan dituai bulan ini gagal.

“Ketika badai datang juga pohon-pohon sekitar sawah roboh dan menindih padi. Awalnya yang perkiraan kami panen raya, sepertinya sekarang hanya akan panen secukupnya. Ini cukup mengancam, yang penting panenlah,” ucap dia melalui telepon pada Sabtu lalu (17/4).

Gagal panen ini juga mengancam ketahanan pangan dari warga setempat. Gereja GMIT Kalvari Bebalain memberikan bantuan 300 kg beras dari lumbung penyimpanan mereka.

Ancaman gagal panen raya juga dirasakan di Sumba Timur. Edmund Seko, relawan Sabana Sumba menjelaskan wilayah Sumba Timur terancam krisis pangan. Banyak sawah yang rusak dan hewan ternak yang mati akibat bencana kemarin.

“Semua tanaman, sawah dan kebun sepanjang DAS habis dan cadangan makanan yang berada di rumah juga habis karena terendam air,” jelasnya.

Edmund juga menjelaskan infrastruktur pendukung pertanian di NTT yakni bendungan juga mengalami kerusakan. Akibatnya tak ada air untuk irigasi sawah dan perkebunan.

Bendungan terbesar di NTT, Bendungan Kambaniru, jebol karena tidak bisa menampung aliran banjir yang diakibatkan badai seroja. Kumparan.com memberitakan jebolnya bendungan ini telah menyebabkan rumah warga tenggelam dan 1.440 hektar sawah tidak dapat ditanami.

Kompas.id juga mencatat bahwa Sekitar 15.500 hektar (ha) lahan pertanian di 18 kabupaten/kota, dari total 23 kabupaten/kota di NTT, rusak dan terancam gagal panen. Lahan pertanian yang rusak, antara lain, ada di Kabupaten Sumba Timur (1.555 ha), Malaka (1.200 ha), Kupang (8.007 ha), Timor Tengah Selatan (200 ha), dan Ende (200 ha).

Padahal jumlah panen NTT pada 2020, menurut data Badan Pusat Statistik NTT, mencapai 717,66 ton Gabah Kering Giling, dari lahan panen seluas 180,83 ribu hektar sawah. 

Pemerintah dikabarkan akan memberikan bantuan pemulihan pertanian NTT mencakup padi, jagung, dan peternakan sapi milik warga yang terimbas bencana.