Empat Kabupaten di Papua belum melakukan vaksinasi untuk kelompok umur prioritas. Kendala teknis, seperti kekurangan fasilitas kesehatan, menjadi penyebab lambannya proses vaksinasi di ujung timur Indonesia itu. 

Pemerintah Daerah Papua mengeluhkan permasalahan proses vaksinasi terhadap. Dinas Kesehatan Papua menjelaskan jumlah vaksin masih kurang. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum, memaparkan kekurangan ini dalam Laporan Cakupan Vaksinasi di Papua tertanggal 15 April 2021.

“Dalam sejarah Imunisasi Papua, baru kali ini terjadi Papua mengalami kekurangan vaksin Sinovac,” tulis laporan yang diperoleh Hakasasi.id

Laporan tersebut menyebutkan 27 dari 29 kabupaten/kota di Papua pernah atau sedang menuju keadaan kekurangan vaksin Sinovac. 

Sebanyak enam kabupaten yakni Deiyai, Supiori, Nduga, Mamberamo Tengah, Puncak Jaya, dan Yahukimo belum melakukan vaksinasi untuk lanjut usia (lansia). Kelompok ini masuk dalam kategori kelompok umur prioritas.

Adapun masalah lain yang ditemukan selama program vaksinasi adalah kendala teknis seperti kurangnya sumber daya manusia ketiadaan rumah sakit, di Kabupaten Puncak juga rusaknya tepat penyimpanan vaksin di Kabupaten Nduga.

Pemerintah sebelumnya menargetkan 562.248 sasaran vaksinasi untuk Tahap I dan II di Papua. Persentase penerimaan vaksin dosis pertama mencapai 18,78 persen, sementara vaksin dosis kedua mencapai 8,19 persen.

Sejak dimulainya program vaksinasi Provinsi Papua mendapat total 212.000 dosis Vaksin Sinovac dan 8.500 dosis Vaksin AstraZeneca.