Sumber foto : storiloka.com

Tiga masyarakat adat Kabupaten Nagekeo, NTT menyerahkan surat keberatan pembangunan Waduk Lambo ke BPN Nagekeo pada Senin (12/4). Mereka mengalami berbagai intimidasi mempertahankan tanah adat mereka sebagai imbas pembangunan waduk ini.

Tiga masyarakat adat itu adalah Rendu, Labo dan Ndora yang tergabung dalam Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo (FPPWL).  Surat keberatan tersebut berisi protes warga atas hasil inventarisasi dan identifikasi lahan pembangunan Waduk Lambo yang dilakukan pihak BPN Kabupaten Nagekeo.

Mengutip dari storiloka.com, sejumlah mereka mendatangi kantor BPN pada pukul 11:00 WITA. Namun, hanya 4 orang yang diperbolehkan bertemu dengan Kepala Kantor Pertanahan karena harus menaati protokol kesehatan.

Siti Aisyah, Bendahara FPPWL, menjelaskan bahwa ia dan warga desa lainnya menolak bukannya karena menolak pembangunan. Akan tetapi, mereka hanya ingin agar pembangunan tidak dilakukan di atas tanah leluhur mereka.

“Keberatan kami itu berhak diatas tanah sendiri. Tanah itu kan ahli waris leluhur yang sebelumnya Indonesia merdeka, nenek moyang kami itu harus perjuangkan melalui peperangan. Maka itu, kami sebagai anak cucu nya sebagai ahli waris. Kami ingin memepertahankannya,” ucap perempuan yang akrab disapa Mama Siti itu.

Siti juga menjelaskan bahwa sesuai dengan yang tertera dalam surat keberatan, masyarakat telah memberikan dua tempat alternatif kepada pemerintah yakni Malawaka dan Lowo Pebhu.

Ia juga menerangkan bahwa Kepala BPN Nagekeo telah berjanji untuk memproses surat keberatan ini hingga ke tingkatan Presiden, jajaran menteri, DPR, dan perangkat pemerintah daerah setempat.

Akan tetapi, meski sudah berjanji untuk mengosongkan area lokasi pembangunan, hingga kini (14/4) pemerintah daerah setempat belum mencabut papan informasi yang ditancapkan sejak dua minggu lalu.

“Seharusnya papan informasi sudah dicabut hari ini. Kalau sampai besok atau lusa belum dicabut juga kita akan sampaikan keberatan kami kembali. Karena kita sudah menyampaikan keberatan sebelumnya,” ucap Siti.