Bantuan untuk korban Siklon Seroja di NTT perlu memfokuskan pada rekonstruksi dan rehabilitasi. Warga membutuhkan perbaikan tempat tinggal ketika pulang dari pengungsian.

Relawan Circle of Imagined Society Timor (CIS Timor), Alfianus Ola mengungkap bencana alam banjir bandang dan Siklon Seroja di wilayah NTT dan NTB menyebabkan kerusakan materil yang termasuk rumah kediaman milik warga. Kini, organisasi-organisasi masyarakat sipil tengah membicarakan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana terkait dengan tempat tinggal masyarakat.

“Tapi, masih ada dua kabupaten yang baru rilis data dampak kejadian kemarin. Kemarin itu Kabupaten Rote Ndao sudah rilis data dampak dan hari ini Kabupaten Sabu juga sudah rilis,” ucap Alfianus Ola, Relawan CIS Timor.

Pembahasan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga menjadi pembahasan, karena saat ini kondisi pengungsi juga sudah ada yang pulang menuju ke kediamannya masing-masing. Jadi bantuan perbaikan rumah itu sudah harus dipikirkan.

Beberapa masalah masih menjadi kendala dalam upaya ini, yakni adanya data ganda dan perlunya mengutamakan bantuan kepada orang-orang yang kurang mampu.

“Kemarin ini kan rata, semuanya dapat kesempatan untuk mendapatkan bantuan. Penting dipikirkan untuk diprioritaskan bantuan ke keluarga yang kurang mampu,” jelasnya.

Sementara itu bantuan logistik masih masih terus dibutuhkan, apalagi beberapa daerah mengalami ketimpangan distribusi. Contohnya di Kabupaten Alor ada beberapa tempat yang dalam kondisi normal saja sangat sulit diakses, salah satunya adalah Desa Pido yang semakin sulit untuk dijangkau dalam kondisi longsor seperti ini.

“Maka dari itu, mereka membutuhkan transportasi yang lebih mudah. Kemungkinan helikopter,” ia menjelaskan.

Sedangkan kondisi di Kabupaten Malaka sendiri lebih fokus di distribusi air bersih. Karena, para pengungsi sudah dipulangkan ke kediaman masing-masing.

Mengutip dari Okezone.com, Josef Nae, Wakil Gubernur NTT menjelaskan bahwa idealnya proses pemulihan bencana di NTT akan dipercepat hingga sebulan. Termasuk kepada upaya rekonstruksi dan rehabilitasi. Kini, beberapa infrastruktur seperti jembatan sudah dapat dilalui dan 60-70% listrik sudah menyala disertai juga dengan jaringan telepon seluler yang mulai normal.