Sumber foto : CNN Indonesia

Pengiriman penyelamatan dan bantuan korban angin siklon tropis Seroja di Sumba Timur, NTT masih terhambat. Warga masih membutuhkan bantuan berupa makanan cepat saji.

Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Tomi Umbu Pura, menyebutkan kerusakan akses jalan menghambat pengiriman penyelamatan dan bantuan korban di Sumba Timur. Meskipun demikian upaya untuk mengirimkan bantuan tetap dilakukan.

“Situasi terkini sudah lebih kondusif, tinggal berbenah untuk mengurusi kerusakan-kerusakan. Saat ini memang sebagian daerah barat (Sumba) hancur total terutama hasil pertanian banyak rumah warga juga yang terdampak. Banyak pengungsi dan sekarang kita sedang distribusi bahan makanan,” ucap dia ketika dihubungi pada Rabu (7/4).

Prioritas bantuan untuk pengungsi adalah makanan cepat saji, terutama untuk ibu dan anak yang berada dalam pengungsian. Ia pun tengah mencoba mendistribusikan pasokan makanan bantuan ke wilayah Sumba Timur di lima desa. Mereka belum dapat mengakses kemarin akibat kerusakan infrastruktur yang menghambat. 

Umbu Tomi juga menceritakan bahwa sekarang ini listrik dan jaringan telekomunikasi hanya berfungsi di dalam kota. Sementara di luar kota listrik dan jaringan telekomunikasi mati. Banyak infrastruktur yang rusak seperti tiang listrik yang jatuh akibat banyaknya pohon yang tumbang di sepanjang jalan.

Namun ia menjelaskan dibandingkan dengan kemarin, situasi saat ini sudah lebih tenang dan hanya tinggal pembenahan kerusakan. 

Saat ditanya soal bagaimana keadaan di Sumba Selatan dan Rote, ia mengaku untuk di Sumba Selatan sendiri masih belum ada informasi soal korban jiwa, meski adanya kerusakan infrastruktur, rumah dan perkebunan. Akan tetapi, untuk di Rote sendiri belum ada informasi terkait keadaan disana.

Namun ia masih menyimpan kekhawatiran penanggulangan bencana ini akan berjalan lambat. Pasalnya susahnya komunikasi dan akses jalan pasca bencana alam masih menjadi kendala hingga kini. 

Mengutip dari Kompas.com, saat ini tercatat korban meninggal mencapai 119 orang. Doni Monardo, Kepala BNPB mengatakan bahwa pemerintah telah menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan di tempat pengungsian, Namun, terdapat keterbatasan dokter dan tenaga kesehatan.

Selain itu, BNPB juga kini kembali mendistribusikan pasokan bantuan bencana kepada para pengungsi di NTT. Bantuan yang dikirimkan antara lain berupa makanan, pembalut, alat tes antigen, masker dan kasur lipat.

Seharusnya pemerintah dapat menjadi pihak yang diandalkan untuk mengamankan warganya. Namun perbedaan pandangan antara pusat dan daerah mengenai bencana, serta minimnya pendanaan anggaran penanggulan bencana daerah, menyebabkan pemerintah daerah tidak siap untuk melindungi warganya dari ancaman bencana alam.