Seberapa penting kondangan kamu hingga perlu dihadiri Presiden Jokowi?

Agenda presiden tentunya sangat padat, maklum masih banyak masalah di negeri ini. Kalau pun sudah nggak ada masalah tentu bakal banyak permintaan sowan. Pokoknya selalu ada alasan masuk akal-lah untuk mengatakan bahwa presiden sedang sibuk.

Namun segenting-gentingnya agenda itu, Presiden Joko Widodo bisa mengesampingkannya pada  Sabtu (3/4) lalu. Ia bersama istrinya, Iriana, hadir dan menjadi saksi pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah di Ballroom Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan. 

Banyak cibiran atas kehadiran presiden ini, mulai dari soal membandingkan kehadiran presiden dengan pemidanaan Rizieq Shihab karena mengadakan kerumunan di tengah pandemi sampai mempertanyakan, kok presiden lebih mementingkan hadir ke acara beginian daripada mengurusi masalah lain.

Kritik membandingkan perlakuan atas kehadiran presiden dengan Rizieq tentunya pas mengingat hingga saat ini pandemi masih mengancam. Rizieq sendiri kini mendekam di tahanan dan terancam pidana penjara karena mengadakan kerumunan. 

Kerumunan masih menjadi hal yang sepantasnya dihindari di tengah pandemi walaupun protokol kesehatan diberlakukan ketat. Selama ini banyak penggelar acara kondangan di tengah pandemi didatangi aparat, entah polisi ataupun satpol PP, dan mendapat kado dampratan. Seorang presiden laiknya memberikan teladan dalam rangka berperilaku di tengah pandemi. 

Lantas kritik soal urgensi kehadiran presiden pun sama juga pas-nya. Bayangkan saja Aksi Kamisan yang sudah digelar 18 Januari 2007 di depan istana oleh keluarga korban pelanggaran HAM masa lalu seperti tragedi Semanggi I, Semanggi II, Trisakti, Tragedi 13-15 Mei 1998, Talangsari, Tanjung Priok dan Tragedi 1965.

Mereka sudah menulis 201 surat kepada Presiden Jokowi hingga Januari 2019 dan sudah ditemui sekali pada 31 Mei 2018. Namun kasus-kasus itu tak menemui penyelesaian ataupun kemajuan proses. 

Selama ini berharap kehadiran presiden untuk hadir pada masalah-masalah genting semacam ini seperti mustahil. Ketika demonstrasi menolak omnibus law digelar pada 8 dan 22 Oktober 2020 lalu, presiden memilih untuk berkunjung ke lahan food estate di Kalteng dan meresmikan pabrik gula di Sultra. 

Tentu bertandang ke kondangan merupakan hak pribadi seseorang. Tetapi selaku presiden, publik pantas bertanya-tanya, apa sih yang membuat presiden mengesampingkan segala agenda lain dan malah bertandang ke pernikahan Atta-Aurel? 

Pastinya Atta sendiri bukan orang sembarangan yang kondangannya dihadiri oleh Presiden Jokowi. Ia dikenal sebagai raja youtube ASEAN dengan pengikut sebanyak 20.8 juta. Dikutip dari CNBC Indonesia, Purple Moon Promo mencatat Atta masuk dalam 10 besar youtuber terkaya dunia. 

Nah karena selama ini presiden selalu memberikan misteri atas prioritas kehadirannya, tentu tak masalah jika banyak asumsi yang muncul atas kehadirannya dalam kondangan Atta-Aurel. Tak salah juga muncul asumsi bahwa sedang ada tes pasar untuk memasangkannya dengan Prabowo Subianto, yang juga hadir dalam kondangan itu. Soal bisa tidaknya tiga periode menjadi presiden, itu urusan belakangan.

Paling tidak satu asumsi ini bisa menjadi kriteria untuk mengukur seberapa penting kondangan kamu hingga bisa dihadiri oleh presiden.