Ibarat buruk muka cermin dibelah, polisi Sumut penjarakan youtuber pengungkap pungli dan kendaraan keluarga polisi yang telat pajak. Lagi-lagi dugaan kriminalisasi ini memakai UU ITE. 

Dugaan Kriminalisasi ini diungkap oleh KontraS Sumut melalui Laporan Awal Hasil Investigasi. Mereka menyebutkan youtuber Benni Eduward masuk bui karena mengunggah video anak polisi tak bayar pajak mobil. Kriminalisasi ini pun dianggap pembungkaman karena Benni kerap mengunggah video pungli dan razia ilegal oleh polisi.

Koordinator KontraS Sumut, Amin Lubis Hasibuan, menyebutkan Benni adalah pengungkap praktek pungli polisi dan kriminalisasi ini adalah ancaman bagi kebebasan berekspresi dan HAM di Indonesia.

“Kita tidak bisa melepaskan proses hukum kepada Benni dengan kegiatan-kegiatan yang ia lakukan selama ini. Karena muatannya memang sangat-sangat kental kalau ini proses kriminalisasi dan pembungkaman. Jika kasus Benni ini kita biarkan tanpa pengawalan maka saya kira berpeluang memperburuk situasi demokrasi dan HAM kita khususnya di Sumut.”

Amin Lubis Hasibuan, Koordinator KontraS Sumut

Kasus ini bermula pada pada 11 Agustus 2020 lalu, ia mendapatkan informasi keberadaan kendaraan yang diduga menunggak pajak dan menggunakan nomor polisi palsu. Beberapa kendaraan tersebut terparkir di belakang Kantor Samsat Putri Hijau, Medan, Sumatera Utara. Benni pun merekam video dan mengecek nomor-nomor kendaraan tersebut dengan menggunakan aplikasi website e-samsat. 

Hasil pengecekannya mengkonfirmasi keberadaan kendaraan yang menunggak pajak dan memiliki plat nomor bodong. Salah satunya adalah mobil dari seorang anggota polisi yakni Jody Anggara Ginting, anak dari seorang polisi yaitu Aiptu Johansen Ginting. 

Namun ketika video tersebut diunggah melalui youtube Johansen pun melaporkan Benni ke pihak kepolisian dengan alasan video tersebut mengandung unsur hoax dan ia selalu membayar pajak tepat waktu. Padahal, menurut keterangan Benni, sesuai dengan kegiatan video live nya pada waktu itu, Johansen baru membayar pajak satu jam setelah ia melakukan live streaming.

Polisi menganggap video yang dibikin Benni hoaks dan ia diancam masuk bui. Benni bersama rekannya pun akhirnya ditangkap seminggu kemudian pada tanggal 18 Agustus tanpa menunjukkan Surat Tugas dan Surat Penangkapan. Surat Perintah Penangkapan dan Surat Perintah Penahanan diserahkan Polisi pun baru diserahkan esoknya 

KontraS Sumut menganggap aksi polisi ini merupakan pembungkaman kepada warga. Benni selama ini gemar memproduksi konten tentang praktek pungli dan razia ilegal yang dilakukan oleh polisi. Ia selalu merekam video-video razia yang tidak sesuai dengan standar prosedur demi memberantas aktivitas tak terpuji itu.

Amin Lubis menekankan masih ada empat kasus lainnya yang menunggu Benni demi menjebloskan dia ke penjara dan membungkam dia. Empat kasus ini pun masih erat kaitannya dengan kerja-kerja Benni sebagai seorang Youtuber yang membongkar kasus pungli.