Drs. H. DARUL SISKA
Fraksi Partai Golongan Karya

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Darul Siska, mengusulkan biaya pelayanan kelahiran dicabut dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam BPJS Kesehatan pada pertengahan Maret lalu. 

“Saya mau tanya satu hal, soal kelahiran ini apa memang harus masuk program BPJS? Karena kelahiran itu sesuatu yang diinginkan, direncanakan, apalagi ini bertentangan dengan BPJS,” kata Darul dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Rabu (17/3).

Usul ini tentu bikin deg-degan keluarga ataupun pasangan muda se-Indonesia lantaran jika biaya kelahiran tak lagi ditanggung BPJS maka uang yang harus dipersiapkan cukup gede. 

Keresahan bukan saja soal biaya persalinan itu. Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional mencuplik data Susenas menyebutkan angka kematian ibu dan bayi masih tinggi. Angka kematian ibu dari data tahun 2015 dari susenas masih cukup tinggi dengan 305 per 100.000 penduduk dan angka kematian bayi pada tahun 2017 sebesar 24 per 1.000 kelahiran hidup

Lantas apa maksud Darul mengusulkan pencabutan biaya pelayanan kelahiran dari BPJS Kesehatan, hakasasi.id melakukan wawancara khusus dengannya pada Senin (29/3). Berikut petikan wawancaranya:

Anda mengusulkan pencabutan biaya pelayanan kelahiran dari BPJS Kesehatan. Apa tidak lebih baik nantinya BPJS hanya bisa merawat kudis dan kurap?

Nggak begitu menurut saya semua yang namanya sakit itu prioritas untuk diobati. Tapi, tentu harus ada upaya untuk mengurangi kalau tidak bisa menghilangkan fraud dalam pelayanannya.

Tapi, kalau melahirkan ini sesuatu yang beda. Bukan sakit ini kan, walaupun melahirkan itu sakit, tapi ini kan bukan penyakit. Orang yang caesar ini kan sebetulnya kalau mau kita bicara agak kasar sedikit kan pasti keinginan si ibu yang melahirkan supaya tetap merasa belum punya anak atau dorongan si dokter atau bidan supaya dapat biaya lebih besar kalau penyalahgunaannya.

Pasti anda sekarang juga mendengar orang yang tidak COVID saja bisa dibilang COVID. Dikasih duit 15 juta lalu nanti saudaranya dibilang meninggal COVID dan diperlakukan COVID.

Berhubung dengan itu, bapak kan mengusulkan bahwa biaya persalinan tidak masuk ke BPJS, Memang seberapa mahal fasilitas persalinan dalam BPJS?

Jadi begini, biar dipahami kronologisnya. jadi itu terjadi perdebatan dalam rapat antara BPJS dengan pimpinan komisi IX. Yang jadi masalah adalah kenaikan biaya operasi caesar dari tahun ke tahun yang naiknya luar biasa. yang intinya sebetulnya kita mau bantuan BPJS itu diberikan kepada orang yang sakit kan? Tetapi, terjadi indikasinya penyalahgunaan fasilitas melahirkan itu untuk caesar.

Artinya, orang yang bisa melahirkan normal ada yang minta caesar atau ada yang ditawarkan oleh tempat melahirkan baik oleh bidan maupun rumah sakit dengan caesar. Biaya caesar itu kan mahal. Nah, jadi terjadi ada Fraud disitu. Caesar itu biayanya tagihan itu 6 triliun untuk caesar. Yang kita lagi pikirkan itu, di satu sisi orang perlu berobat, di satu sisi ada yang melahirkan sebetulnya bisa normal tapi mintanya di caesar. Yang kita musti pikirkan bagaimana caranya biaya melahirkan itu tidak disalahgunakan untuk caesar. Saya sambil bercanda saya bilang ‘kalau begitu, kalau terlalu banyak terjadi penyalahgunaan, fasilitas melahirkannya saja dihapus dari BPJS’ begitu.

Di sisi lain, kan juga ada program pemerintah yang terkait dengan Komisi IX umpamanya BKKBN itu kan mengatur tentang pengendalian kelahiran dan pertambahan penduduk kan?

Jadi di satu sisi orang melahirkan ditanggung BPJS tapi dipakainya untuk caesar dan yang tidak usah operasi disuruh operasi.

Coba anda cari saya kebetulan tidak pegang datanya sekarang, tapi sampai 100% kenaikan per tahun untuk biaya caesar. Jadi intinya, mesti dicari suatu cara bagaimana agar biaya melahirkan tidak disalahgunakan untuk caesar.

Yang kedua, jika logikanya dikaitkan dengan program BKKBN, melahirkan yang ditanggung BPJS seharusnya anak pertama dan kedua saja. Jadi tidak serta merta saya mengusulkan untuk dihapus.

Waktu rapat dengan BPJS Kesehatan apakah ada penjelasan dari pihak RS ataupun BPJS Kesehatan soal fraud ini? Kenapa banyak pasien harus operasi cesar misalnya?

Nah ini, harusnya BPJS juga meningkatkan verifikasi bahwa orang itu betul-betul layak tidak untuk caesar. Karena sekarang ini tidak sederhana gitu. BPJS tidak punya orang di setiap rumah sakit dan faskes yang mengecek apakah orang itu harus lahir secara normal atau caesar. Sekarang ini hanya menerima tagihan saja. Tagihannya kemudian baru diverifikasi.

Kebetulan, keluarga saya ada yang bekerja di sektor jaminan sosial kesehatan juga. Jadi di BPJS itu harus ada personilnya di setiap perwakilan yang mengontrol ‘apa benar orang ini harus lahir caesar’ kan bisa dilihat dari jenis obat yang diberikan, dari kontrol bulan ke bulan tentang kehamilannya. Kan ada sejarahnya kenapa orang bisa lahir caesar, bukan tiba-tiba ‘oh ini orang harus lahir caesar’. Kan mesti dipelajari dari perjalanan kehamilannya.

Harus ada sistem verifikasi yang dibuat oleh BPJS agar mencegah praktek fraud dalam kelahiran caesar.

Jadi bukan berarti kalau fasilitas kehamilan nantinya tidak dicover lagi oleh BPJS kesehatan ya?

Intinya, BPJS itu jangan mengcover orang yang seharusnya tidak melahirkan caesar tapi malah melahirkan caesar. Yang kedua, menurut saya yang ditanggung BPJS itu kelahiran anak pertama dan kedua saja supaya tidak ada pertentangan kebijakan antara BPJS dengan BKKBN. Kalau enggak nanti orang rajin melahirkan.

Angka kematian bayi kita lebih tinggi dibandingkan negara tetangga. Jadi, apa menurut bapak hal yang tepat untuk menghapus atau membatasi layanan persalinan BPJS hanya sampai anak kedua saja?

Itu penyebabnya bukan fasilitas kelahiran saja semata-mata itu. Tapi, itu berawal dari kehamilan yang tidak sehat, gizi yang tidak cukup, terus tingkat kemiskinan. Tidak sederhana sebenarnya. Menurut saya itu menyangkut kesejahteraan kita secara keseluruhan.

Tapi, bukannya dengan adanya pelayanan persalinan BPJS setidaknya jadi meringankan di biaya persalinan?

Iya, saya setuju kalau kelahirannya ditanggung. Tapi jangan yang tidak harus caesar jadi caesar dong. Jadi pengawasannya harus ditingkatkan, karena itu tidak sehat tren melahirkan caesarnya.