Bisnis properti kini menyasar pasar dari generasi milenial.Dari 270,2 jiwa penduduk di Indonesia, sebanyak 70% adalah penduduk di usia produktif. Tapi membeli properti bukan aksi sembarangan, para milenial perlu memastikan properti yang mereka beli tak menjadi bagian dari mafia tanah. 

Tren membeli properti di kalangan milenial sama populernya dengan bisnis keuangan dan investasi, generasi muda memang tengah gencar melirik bidang properti. Namun, mereka harus bisa bertanggung jawab atas keputusan pembelian properti, jangan sampai keputusan tersebut menjadi pisau bermata dua yang bisa berbalik menyerang empunya. 

Pemahaman dan edukasi terkait properti dan tanah masih sering dikesampingkan. Bahkan, pemahaman para generasi muda terkait permasalahan yang menyangkut agraria tergolong minim, terlebih permasalahan mafia tanah yang sering diabaikan. Mafia jenis ini terkenal bengis karena merampas lahan orang sekaligus merusak lingkungan.

Lantas, apa yang bisa dilakukan oleh generasi muda agar menghindari praktik penyerobotan tanah dan bertanggung jawab terhadap properti yang telah dibeli? Melalui segmen #NgeHAMtam dalam kanal youtube-nya, Founder Lembaga Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar berbincang dengan Iwan Nurdin selaku Ketua Dewan Nasional KPA membagi tiga tips penting bagi generasi muda pemilik properti. Simak ketiga tipsnya: