Warga Biak resah dengan kabar penawaran Presiden Joko Widodo kepada perusahaan transportasi luar angkasa asal Amerika Serikat, SpaceX, untuk membangun tempat peluncuran roket di Pulau Biak. Tawaran itu meluncur tanpa pengumuman kepada warga Biak sendiri, mereka pun was-was jika proyek itu malah mengganggu aktivitas warga.

Pemerintah pusat dan daerah disebut tak pernah menyampaikan informasi terkait penawaran lahan seluas 100 hektar milik LAPAN di kampung Saukobye, Biak Utara kepada perusahaan milik pengusaha teknologi Elon Musk, tersebut kepada warga.

“Kami kaget kami Pemda Biak Numfor sendiri tidak pernah mensosialisasikan akan dibangun di sini, manfaatnya seperti apa, lingkungannya itu bagaimana, wilayah yang dipakai apa. Orang Biak itu dapat apa dari situ apakah orang asli Biak yang akan kerja di situ, atau orang siapa”

Imanuel Rumayom , Direktur Lembaga Bantuan Hukum Kyadawun GKI Klasis Biak Selatan

Lokasi LAPAN di kampung Saukobye Biak Utara (suarapapua.com)

Ia mewanti-wanti potensi gangguan terhadap kehidupan warga di sekitar lahan wilayah yang direncanakan bakal jadi tempat peluncuran roket tersebut. Menurut dia di sekitar wilayah terdapat pemukiman warga serta tempat para nelayan menyandarkan kapal.

“Kami tahu bahwa masyarakatnya akan tersingkir, terus dari sisi  lingkungannya pasti akan rusak, terus kami juga tidak akan bekerja di tempat itu,” imbuhnya.

Imanuel memperingatkan pemerintah bahwa proyek tersebut bakal hanya menguntungkan segelintir pihak. Sama seperti Freeport, kata dia, yang menikmati waktu itu adalah Amerika dengan Jakarta.

Tetua adat di pulau tersebut, Manfun Sroyer juga menyatakan keprihatinannya terhadap wacana pembangunan tempat peluncuran roket tersebut. Ia berkaca pada intimidasi kepada warga yang menolak pembangunan fasilitas peluncuran satelit milik lembaga antariksa pemerintah Rusia, Roscosmos di pulau tersebut belasan tahun lalu.

“Bandar udara antariksa ini bakal mengorbankan wilayah berburu, merusak lingkungan. Tapi bila kami protes kita bakal ditangkap,” kata Manfun seperti dikutip dari The Guardian.

Wacana pembangunan fasilitas peluncuran roket  ini merebak setelah sebelumnya tersiar kabar Jokowi menawarkan lahan di Biak Utara tersebut kepada pengusaha terkaya kedua di dunia itu pada Desember 2020 lalu.

CNN Indonesia mewartakan, Menteri Riset dan Teknologi  dan Kepala Badan Riset Negara Bambang Sumantri Brodjonegoro pernah menyebut Indonesia sebagai tempat yang cocok untuk bandar udara antariksa lantaran lokasinya yang berada di garis khatulistiwa memudahkan roket untuk mencapai orbit. Sementara Biak disebut tempat yang cocok di Indonesia menjadi tempat peluncuran roket karena letaknya yang berada dekat garis khatulistiwa, yakni -1 ekuator.