Kabar buruk bertiup dari Universitas Tarumanagara (UNTAR), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi itu menyebutkan sebanyak 890 mahasiswa terancam tak dapat meneruskan kuliah karena kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Keluarga mereka terdampak pandemi sehingga seret membayar uang kuliah itu namun tak ada kabar keringanan dari kampus untuk memberikan keringanan. 

Wakil Ketua Departemen Kajian dan Strategis BEM UNTAR, Yeremia Simanjorang, mengaku tak ada kabar apapun untuk memangkas uang kuliah pada periode pembayaran kali ini. Sebanyak 890 mahasiswa tersebut sudah mengajukan penangguhan pembayaran uang kuliah, namun batas waktu penangguhan ini hanya sampai dengan 15 Februari 2021.

“Belum ada solusi lain yang diberikan dari pihak kampus. Artinya mahasiswa kini terancam putus studi,”

Yeremia Simanjorang, Wakil Ketua Departemen Kajian dan Strategis BEM UNTAR

Pengiriman permohonan keringanan biaya ini sudah dilayangkan sejak Januari lalu. Surat itu berisikan tuntutan agar pihak Universitas Tarumanagara dan Yayasan Tarumanagara memberikan pemotongan uang kuliah pada semester genap ini. “Seperti yang lalu. Tidak berbuah hasil,” ucap Yeremia. 

Yeremia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pendataan kembali mengenai jumlah mahasiswa yang dipastikan putus studi maupun mengajukan cuti akademik karena persoalan biaya. 

Wakil Ketua Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM UNTAR, Fawwaz Shamlan, menegaskan UNTAR tidak peka terhadap mahasiswa yang notabene terdampak pagebluk Covid-19. 

Ia beserta koleganya di BEM dan DPM UNTAR sudah beberapa kali bertemu dengan pihak kampus. Pertemuan paling mutakhir dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Rasji, pada Selasa 23 Februari lalu. 

“Disitu dia (Rasji) mengatakan bahwa rektorat akan mengirim surat kepada yayasan terkait permintaan mahasiswa mengenai pemotongan uang kuliah. Tapi, surat tersebut baru akan dikirim setelah mendapatkan persetujuan rektor,” kata Fawwaz.

Ia berharap pihak Universitas Tarumanagara dan Yayasan Tarumanagara memandang serius masalah potensi putus studi ini. Ia juga meminta dukungan dari berbagai pihak, terutama mahasiswa Untar agar pemotongan uang kuliah itu bisa terealisasi. 

Menurut brosur penerimaan Mahasiswa UNTAR 2021-2022, total uang kuliah per semester kuliah perguruan tinggi itu mencapai Rp 15 hingga 40 juta. Perbedaan biaya ini disesuaikan dengan fakultas. Biaya kuliah paling tinggi adalah Fakultas Kedokteran.  

Upaya melakukan konfirmasi mengenai kabar ini kepada Humas Universitas Tarumanagara, namun mendapatkan jawaban.