Masyarakat tiga kampung di Tembagapura, Mimika, Papua, menuntut KPK menyelesaikan kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Mimika 2014-2019 Eltinus Omaleng. Mereka gerah, kerusakan kampung mereka tak kunjung mendapat penanganan karena aktivitas PT. Freeport tapi sang bupati malah main korupsi.

Protes pada KPK itu dilayangkan oleh masyarakat Mimika yang tergabung dalam Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop. Mereka berasal dari tiga kampung, yakni Tsinga, Waa/Banti dan Aroanop. 

Elfinus Omaleng, yang memimpin protes dan penyampaian pendapat ini mengaku langsung datang ke KPK setibanya mendarat dari bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang pada hari Rabu lalu (3/3). Mereka mengawali protes dengan berorasi di depan pintu gedung KPK. 

Menurut dia, masyarakat tiga kampung itu menuntut KPK untuk menangkap Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. Nama Eltinus muncul dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 tetapi tak kunjung diproses. Mereka juga mengancam akan menggelar tikar di sekitar gedung KPK jika aspirasinya tak didengar. 

“Kalau Ketua KPK Firly Bahuri masih tidak mau bertemu dengan kita, maka kami ingin bertemu dengan dewan pengawas. Karena kita melihat ada dugaan dia (Firly) disuap. Kalau tidak disuap, pasti Eltinus sudah ditangkap” seru Elfinus.

Elfinus beserta warga lainnya merasa cukup gerah dengan perilaku bupati ini. Pasalnya tiga kampung ini menderita akibat aktivitas PT Freeport namun tak kunjung mendapat penanganan oleh bupati, Eltinus. Justru sang bupati itu terlibat korupsi pembangunan gereja yang kerugian negaranya diperkirakan mencapai Rp 21,6 Miliar. 

KPK sendiri menemui warga tiga kampung pada tengah hari lalu. Satgas KPK Papua, Amir Arief, menyebutkan kasus ini masih dalam proses penyidikan. Ia menyebutkan kini penyidikan masih dalam proses pembuktian kerugian uang negara. Meski demikian, Amir mengakui bahwa ruang gerak penyidik di lapangan kini sangatlah terbatas akibat adanya pandemi dengan pembatasan ketat berskala massal.

“Menjadikan proses penyidikan ini jadi lebih lama dari yang seharusnya. Tapi prosesnya masih berlangsung. Penyidik bertanggung jawab dan mengupayakan status tersangka (Eltinus) segera diumumkan,” ucap Amir Arief.

Amir sendiri adalah orang yang sama saat warga Tsingwarop melaporkan Bupati Eltinus Omaleng yang dicurigai melakukan praktek korupsi

Kuasa hukum yang mewakili warga Tsingwarop, Meika Arista, mengatakan bahwa KPK harus segera menyelesaikan kasus ini. 

“KPK segera memberikan kepastian hukum status Bupati Mimika dlm kasus dugaan korupsi pembangunan gereja kingmi mile 32 ini dan tuntutan warga Papua utk KPK segera menahan Bupati Mimika bisa dikabulkan,” ucapnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, warga Tsingwarop juga menekankan pentingnya agar kasus ini segera ditangani. Jika kasus ini tidak segera mengalami perkembangan, maka warga Tsingwarop tidak segan-segan untuk membawa massa yang lebih besar.